- Home
-
- Luar Negeri
-
- Sempat Ditutup Gara-gara B...
Sempat Ditutup Gara-gara Bentrok, Perbatasan Pakistan-Afghanistan Dibuka Lagi
Senin, 27 Feb 2023, 08:21 WIBISLAMABAD - Pakistan pada Sabtu (25/2) kembali membuka pos lintas batas utama dengan negara tetangga Afghanistan untuk segala jenis lalu lintas.
Perbatasan Torkhamyang menghubungkan Provinsi Khyber Pakhtunkhwa ?di Pakistan barat daya dengan Provinsi Nangarhardi Afghanistantimur ditutup secara sepihak oleh pemerintah Talibanpekanlalu.
Kemudian pemerintah Afghanistan mengumumkan membuka kembali perbatasan pada Kamis, namun Pakistan menolak membuka kembali perbatasan di wilayahnya, kata pejabat setempat kepada Anadolu melalui sambungan telepon.
"Malam lalu kami membuka sementara perbatasan untuk warga Pakistan yang terjebak di wilayah Afghanistan," kata seorang pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya karena tidak berwenang berbicara kepada media.
Dia menambahkan akhirnya perbatasan itu dibuka sepenuhnya untuk perdagangan, persinggahan dan pejalan kaki dari kedua sisi pada pagi hari.
Minggu pekanlalu, Kabul secara sepihak menutup perbatasan yang kemudian disusul dengan baku tembak antara dua pasukan penjaga perbatasan pada Senin.
Hal itu terjadi tiga hari setelah Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif bertemu dengan penjabat Perdana Menteri Afghanistan Mullah Abdul Ghani Baradar dan penjabat Menteri Pertahanan Mullah Mohammad Yaqoob di Kabul pada Rabu.
Pakistan dan Afghanistanmemiliki 18 titik perbatasan. Yang tersibuk di antara semua itu adalah perbatasan Torkham dan Chaman yang Provinsi Balochistandi Pakistan barat dengan dengan Provinsi Kandahardi Afghanistan selatan.
Bentrok antara kedua pasukan penjaga perbatasan sudah sering terjadi dan bahkan tidak berhenti sejak Talibanberkuasa kembali di Afghanistan.
Desember tahun lalu, paling sedikit enam warga sipil Pakistan tewas akibat baku tembak hebat di perbatasan Chaman.
Selain aktivitas perdagangan, ribuan orang terutama masyarakat Afghan menyeberang setiap hari di dua wilayah berbatasan tersebut untuk keperluan medis dan kerja.
Dua negara bertetangga itu memiliki perbatasan sepanjang hampir 2.670 kilometer.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Realokasi Belanja yang Kurang Prioritas ke Sektor Produktif
-
Restoran Sunda Jadi Pilihan Tempat Singgah Pemudik di Jalur Selatan
-
Ini Unik, Kuliner Rica-rica Jadi Tersangka Peningkatan Inflasi Gorontalo
-
Identitas Bangsa: Afghanistan Dokumentasikan Situs Warisan Sejarah Jalur Sutra
-
Jepang Beri Subsidi BBM untuk Cegah Kenaikan Harga Imbas Konflik Timteng
-
Pelindo Tanjungpinang Prioritaskan Kenyamanan Pemudik di Pelabuhan SBP
-
Cek Kesehatan bagi Sopir Bus Menjelang Lebaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.