Jangan Stres, Ini 5 Tips Sukses Berkarier Usai Kena PHK
Jumat, 24 Feb 2023, 15:35 WIBPemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor teknologi telah mendominasi berita utama secara besar-besaran dan menimbulkan kecemasan bagi para pekerja.
Meta misalnya, induk perusahaan Facebook dan Instagram itu setidaknya telah melakukan PHK pada 11 ribu karyawannya pada November 2022. Seakan tak cukup, Mark Zuckerberg mengatakan perusahaannya akan melakukan PHK besar-besaran lagi. Dia mengatakan Meta akan mempekerjakan lebih sedikit orang dengan membekukan perekrutan hingga Q1-2023.
Tak hanya Meta, raksasa e-commerce Amazon yang telah melakukan PHK pada 18 ribu karyawannya, juga akan memangkas gaji karyawan dalam rangka efisiensi perusahaan. Dalam laporan dari Wall Street Journal, seperti yang dikutip Insider, Amazon akan memangkas gaji karyawannya sekitar 15 persen hingga 50 persen.
Di Indonesia sendiri, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sebanyak 25.114 pekerja di Indonesia menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang tahun 2022.
Dari 34 provinsi di Indonesia, Jawa Barat menjadi provinsi dengan angka PHK tertinggi di Indonesia dengan 4.629 pekerja ter-PHK. Disusul Banten yang mencatatkan 3,703 PHK sepanjang tahun 2022.
PHK tidak hanya menimbulkan kecemasan, tetapi juga berdampak negatif pada kesejahteraan seseorang secara keseluruhan. PHK bahkan bisa menimbulkan dampak psikologis yang serius pada karyawan yang terkena PHK, seperti stres, depresi, dan kecemasan. Karyawan yang kehilangan pekerjaannya juga bisa mengalami masalah finansial, yang dapat memperburuk situasinya.
Meskipun PHK bisa menjadi pengalaman yang traumatis, PHK belum tentu merupakan kemunduran. Bahkan, jika Anda menanganinya dengan cara yang benar, PHK bisa menghasilkan peluang yang lebih baik. Jika Anda baru saja terkena PHK, inilah saatnya untuk mendapatkan perspektif lain sehingga Anda dapat merencanakan langkah karier berikutnya.
Melansir Forbes, berikut lima langkah yang dapat Anda ambil untuk menyusun rencana karier dengan memanfaatkan waktu luang usai PHK:
1. Manfaatkan Waktu Luang
Jangan remehkan dampak emosional dari PHK, luangkan waktu untuk memproses kesedihan hingga kemarahan yang Anda rasakan. Setelahnya, gunakan waktu luang Anda untuk meninjau pengalaman kerja dan ilmu yang Anda dapatkan selama bekerja. Sebaiknya, gunakan waktu luang ini untuk menekuni hobi atau hal lain yang tidak dapat Anda lakukan semasa Anda sibuk bekerja.
2. Evaluasi Nilai dan Prioritas Anda
Setelahnya, renungkan nilai dan prioritas hidup atau kerja Anda dan pikirkanlah apakah kedua aspek itu selaras dengan pekerjaan Anda sebelumnya. Jika tidak, mungkin sudah waktunya untuk mempertimbangkan perubahan karier.
Tanyakan pada diri Anda sendiri apakah Anda menginginkan posisi yang sama di industri yang sama. Kemudian susunlah strategi berikutnya yang sesuai dengan nilai dan prioritas karier Anda.
3. Tetap Produktif Selama Berburu Pekerjaan
Jangan habiskan semua waktu luang hanya untuk mencari pekerjaan. Meski mendapatkan pekerjaan baru merupakan prioritas utama hidup Anda saat ini, menghabiskan semua waktu luang untuk hal tersebut dapat membuat Anda semakin stres dan tertekan.
Sebaiknya, buatlah jadwal dan kombinasikan dengan aktivitas lain. Misalnya, Anda mungkin mendedikasikan tiga hari setiap minggu untuk menyeimbangkan aktivitas mencari pekerjaan Anda dengan minat lain. Selagi mencari pekerjaan, Anda bisa menjadi sukarelawan sebagai langkah membangun relasi sambil mempelajari keterampilan baru.
4. Tetap Bersosial
Banyak orang yang mengabdikan atau menghabiskan mayoritas waktunya di kantor dan karenanya mereka hanya memiliki waktu untuk berteman dengan rekan kerja di kantor. Atas dasar itu, meninggalkan perusahaan bisa membuat Anda merasa terasing. Tapi ingatlah bahwa kena PHK bukan berarti Anda juga harus memutuskan hubungan dengan teman-teman di kantor. Jangan ragu untuk menghubungi mereka untuk berbagi keluh kesah dan meminta nasihat mereka.
5. Minta Bantuan
Banyak orang kesulitan mencari pekerjaan baru ketika sudah terlalu lama bekerja di suatu perusahaan. Perkembangan zaman bisa memicu perubahan strategi pencarian kerja atau bahkan skil yang dibutuhkan. Jika Anda mengalami hal ini, jangan segan untuk meminta bantuan pada teman atau ahlinya untuk membangun jaringan atau mengoptimalkan resume Anda.
Ingatlah bahwa PHK bukan akhir dari karier Anda. Sebaliknya, anggap PHK sebagai batu loncatan dan bukan batu sandungan. Dengan begitu, Anda akan berada dalam kerangka berpikir yang baik untuk menciptakan peluang bagi diri Anda sendiri yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Suliana
Berita Terkait:
-
Playoff Liga Champions: Sorloth Hattrick, Atletico Madrid Singkirkan Club Brugge dan Melaju ke 16 Besar
-
Jadwal Imsak Hari Ini Jakarta dan Sekitarnya, 2 Maret 2026: Ayo Sahur Agar Berkah!
-
BPS: Harga Beras Masih Cenderung Naik
-
Golkar Incar Suara Gen Z di Pemilu 2029
-
Gubernur DKI Jamin Nasib P3K Tetap Stabil, Sambil Tunggu Arahan Pusat Soal Aturan WFH
-
Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung Tampilkan Seni Budaya Lokal bagi Pemudik di Posko Nagreg
-
Reformasi Investasi Danantara Dinilai Bisa Tekan Gelombang PHK
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.