Tambah Angka Kelahiran, Tiongkok Beri Izin Cuti Menikah 30 Hari

Kamis, 23 Feb 2023, 16:59 WIB

BEIJING - Cuti pernikahan berbayar minimum di Tiongkok adalah tiga hari, tetapi sejumlah provinsi kini telah dapat menetapkan tunjangan yang lebih besar sejak Februari lalu.

Provinsi barat laut Gansu dan provinsi penghasil batu bara Shanxi saat ini memberikan cuti selama 30 hari, sementara Shanghai memberikan cuti 10 hari dan Sichuan hanya tiga hari, demikian publikasi Partai Komunis, People's Daily Health.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/Getty Images/Jade Gao

"Memperpanjang cuti pernikahan adalah salah satu cara efektif untuk meningkatkan tingkat kesuburan," kata Yang Haiyang, Dekan Institut Penelitian Pembangunan Sosial Universitas Keuangan dan Ekonomi Barat Daya.

"Perpanjangan cuti menikah terutama di beberapa provinsi dan kota dengan perkembangan ekonomi yang relatif lambat," imbuh dia, seraya menambahkan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk memperluas angkatan kerja dan menstimulasi konsumsi.

Ia juga mengatakan bahwa sejumlah kebijakan pendukung lainnya masih diperlukan, termasuk subsidi perumahan dan cuti ayah yang dibayar untuk pria.

Populasi Menurun

Populasi Tiongkok mengalami penurunan pada tahun lalu, untuk pertama kalinya dalam enam dekade terakhir, menurut data resmi. Sebuah titik balik yang diperkirakan akan menandai dimulainya periode penurunan yang panjang.

Tahun 2022, Tiongkok mencatat angka kelahiran terendah yang pernah ada, yaitu 6,77 kelahiran per 1.000 orang.

Sebagian besar penurunan ini adalah hasil dari kebijakan "satu anak" yang diberlakukan antara tahun 1980 dan 2015, dan lonjakan biaya pendidikan yang membuat banyak orang Tiongkok tidak ingin memiliki lebih dari satu anak atau bahkan tidak ingin memiliki anak sama sekali. DW/Rtr/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.