AS Siap Berikan Bantuan Jangka Panjang ke Turki Usai Diguncang Gempa Dasyat

Senin, 20 Feb 2023, 16:35 WIB

Amerika Serikat (AS) beranji akan memberikan bantuan jangka panjang untuk Turki usai diguncang gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,8 pada 6 Februari lalu. Ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken saat tiba di Pangkalan Angkatan Udara Incirlik Turki, Minggu (19/2).

Blinken mengatakan, Washington akan mendukung sekutunya "selama diperlukan" setelah gempa bumi mengguncang negara itu dua minggu lalu.

Ket. Foto: Bangunan hancur di Turki usai gempa mengguncang pada Senin (6/2) — Sumber: Reuters

"Amerika Serikat akan memberikan bantuan jangka panjang," kata Blinken, dikutip dari Reuters, Senin (20/2).

Lebih lanjut, kata Blinken, AS akan terus memberikan bantuan jangka panjang untuk Turki meski operasi pencarian dan penyelamatan segera berakhir setelah dua minggu bencana melanda.

"Ketika Anda melihat tingkat kerusakan, jumlah bangunan, jumlah apartemen, jumlah rumah yang hancur, akan membutuhkan upaya besar-besaran untuk membangun kembali tetapi kami berkomitmen untuk mendukung Turki dalam upaya itu," ucapnya.

AS telah mengirim tim pencarian dan penyelamatan ke Turki, bersama dengan pasokan medis, mesin pemecah beton, dan dana tambahan sebesar US$85 juta untuk bantuan kemanusiaan yang juga mencakup Suriah.

Turki meningkatkan pekerjaan untuk membersihkan puing-puing dari bangunan yang runtuh pada hari Senin, karena pekerjaan penyelamatan berakhir dua minggu setelah gempa bumi besar menewaskan lebih dari 46.000 orang di Turki selatan dan Suriah barat laut.

Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD) mengatakan bahwa hampir 13.000 ekskavator, derek, truk, dan kendaraan industri lainnya telah dikirim ke zona gempa.

Korban tewas di Turki telah meningkat menjadi 41.020, kata AFAD, dan diperkirakan akan meningkat, dengan sekitar 385.000 apartemen di negara itu diketahui telah hancur atau rusak parah dan banyak orang masih hilang.

Di antara yang selamat dari gempa 6 Februari di Turki dan Suriah adalah sekitar 356.000 wanita hamil yang sangat membutuhkan akses ke layanan kesehatan reproduksi, kata badan kesehatan seksual dan reproduksi PBB (UNFPA) pada akhir pekan. Para wanita itu termasuk 226.000 di Turki dan 130.000 di Suriah, sekitar 38.800 di antaranya akan melahirkan bulan depan.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi

Berita Terbaru

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Event Budaya Lokal Dipadukan Sport dan Lifestyle Bakal Perkuat Pengembangan Mandalika

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.