Jet Tempur AS Kembali Menembak Jatuh Objek Tak Dikenal di Atas Lautan Es Alaska

Sabtu, 11 Feb 2023, 15:28 WIB

WASHINGTON DC - Jet tempur Amerika Serikat (AS) pada Jumat (10/2) dilaporkan telah menembak jatuh sebuah objek tak berawak di atas Samudra Arktik dekat Kanada. Pentagon (Departemen Pertahanan AS) mengatakan, penembakan dilakukan atas perintah Presiden Biden, kurang dari seminggu setelah jet siluman F22 AS menjatuhkan balon mata-mata Tiongkok di atas Atlantik, yang meningkatkan ketegangan antara Washington dan Beijing.

Radar AS menangkap objek tersebut pada Kamis malam, dan Komando Utara AS mengirim pesawat pengintai AWACS untuk melacaknya.

Ket. Foto: Juru bicara Gedung Putih, John F. Kirby mengonfirmasi bahwa Pentagon menembak jatuh objek tak dikenal di atas lautan es di sekitar Alaska, Jumat (10/2). — Sumber: Sarah Silbiger/ The New York Times

"Objek tersebut telah melintasi daratan di Alaska dan kembali ke laut menuju Kutub Utara, melaju dengan kecepatan 20 hingga 40 mil per jam, sebelum jatuh," kata para pejabat.

Dilansir oleh The New York Times, tindakan
itu menunjukkan Biden mengambil keputusan langsung dan jauh lebih cepat daripada yang dia lakukan minggu lalu, ketika beberapa anggota parlemen Republik mengkritiknya karena membiarkan balon mata-mata bertahan di wilayah udara AS selama beberapa hari. Tetapi pengamatan minggu lalu memungkinkan AS untuk mengumpulkan data intelijen tentang balon mata-mata, sementara dalam penembakan terbaru, para pejabat tampak tidak yakin tentang apa sebenarnya yang mereka tembak.

Pejabat Pentagon mengatakan, mereka dapat segera menjatuhkan sasaran di atas laut, sehingga dengan mudah menghindari risiko jika jatuh di daerah berpenduduk.

"Itu yang telah mendorong komandan untuk merekomendasikan kepada Biden untuk menembak jatuh mesin tersebut untuk menghindari kemungkinan puing-puing mengenai orang-orang di darat," tuturnya.

Tiga pejabat AS mengatakan bahwa hingga Jumat malam, pemerintah tidak mengetahui siapa pemilik atau pengirim objek yang terlihat di atas Alaska, yang ditembak menggunakan rudal udara ke udara Sidewinder. Beberapa pejabat mengatakan, mereka yakin objek yang ditembak jatuh adalah sebuah balon, tetapi seorang pejabat Departemen Pertahanan mengatakan benda itu pecah berkeping-keping ketika menghantam lapisan es laut yang membeku.

"Menambah misteri apakah itu memang balon, pesawat tak berawak atau lainnya," ujar dia.

Juru bicara Gedung Putih, John F. Kirby, mengatakan bahwa Biden memerintahkan penembakan "karena sangat berhati-hati" karena itu terbang di ketinggian yang membahayakan pesawat sipil. Dia menambahkan bahwa pilot mengkonfirmasi itu tak berawak sebelum menembaknya.

"Objek itu jauh, jauh lebih kecil daripada balon mata-mata yang kami jatuhkan Sabtu lalu, kira-kira seukuran mobil kecil," ungkapnya.

Dalam sebuah pernyataan, Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, mengatakan, dia telah diberi pengarahan tentang masalah tersebut.

"Mendukung keputusan untuk mengambil tindakan," ujarnya di Twitter.


Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.