Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kirab Cap Go Meh Bentuk Toleransi

📅 Minggu, 05 Feb 2023, 13:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kirab Cap Go Meh Bentuk Toleransi Doc: ISTIMEWA
Ket. Kirab Cap Go Meh Magelang

MAGELANG - Kirab Cap Go Meh yang diselenggarakan Kelenteng Liong Hok Bio Kota Magelang merupakan salah satu wujud toleransi warga di kota ini, kata Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz.

"Warga Magelang harus belajar banyak tentang toleransi dan kita harus pertahankan bahwa Kota Magelang ini menjadi rumah bersama yaitu toleransi," katanya di Magelang, Minggu.

Ia menyampaikan hal tersebut usai menyaksikan kirab Cap Go Meh yang melibatkan sekitar 20 kesenian tradisional.

Kirab tersebut selain menampilkan barongsai juga drum band Akademi Militer, dan kesenian tradisional, antara lain topeng ireng, buto gimbal, dolalak, reog, kuda lumping, dan soreng.

Aziz menyampaikan toleransi tidak hanya budaya tetapi juga perilaku warga.

"Kita ini sejajar tidak ada yg lebih tinggi, tidak ada yang lebih rendah, tidak ada mayoritas dan tidak ada minoritas, sama semua. Di hadapan Tuhan yang paling mulia adalah yang banyak kebaikan," katanya.

Dia menyebut kegiatan ini sebagai luar biasa karena warga keturunan Tionghoa di daerah itu dapat mewujudkan kirab Cap Go Meh yang mungkin gambarannya sederhana, sekarang menjadi atraktif dan menampilkan budaya-budaya lokal sebagai hal yang penting.

"Tidak hanya sekadar barongsai yang ditampilkan, tetapi budaya lokal bisa ditampilkan. Mudah-mudahan ke depan akan menampilkan seperti itu, sehingga masyarakat bisa terhibur," katanya.

Penasihat TITD Liong Hok Bio David Herman Jaya mengatakan kegiatan ini melibatkan kesenian tradisional sebagai wujud kebersamaan.

"Kegiatan ini sudah berjalan tiap tahun, kebersamaan budaya, Bhinneka Tunggal Ika kita harus bersama dengan budaya lokal," katanya.

Ia menuturkan setelah kirab Cap Go Meh dilakukan pembagian sekitar 3.000 lontong Cap Go Meh kepada masyarakat secara gratis.

"Lontong Cap Go Meh adanya di Indonesia. Jadi Cap Go Meh itu budaya Tionghoa kita kasih lontong menjadi lontong Cap Go Meh," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.