Waspada, Operasi Meniruskan Pipi yang Viral Bisa Memicu Penuaan Dini
Kamis, 12 Jan 2023, 13:05 WIBTopik mengenai operasi pengangkatan lemak pipi atau buccal fat removal tengah ramai diperbincangkan di media sosial usai aktris Lea Michele menjalani serangkaian prosedur kecantikan yang dirancang untuk meniruskan pipi.
Tak sedikit netizen pun menduga bintang serial musikal Glee itu menjalani buccal fat removal. Bukan cuma Michele, sejumlah aktris dan selebriti papan atas Hollywood, seperti Bella Hadid, Chrissy Teigen, dan Zoe Karvitz pun diduga menjalani prosedur serupa.
Melansir laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), buccal fat kumpulan lemak di tengah pipi yang terletak di antara otot-otot wajah. Setiap orang memiliki bantalan lemak di pipi yang bervariasi sehingga mempengaruhi bentuk wajahnya.
Sementara tujuan kehadiran buccal fat atau lemak bukal belum diketahui pasti, para profesional medis berteori bahwa lemak bukal ada untuk membantu kita menelan bubur ketika bayi atau untuk melindungi otot-otot penting dari cedera atau trauma.
Bantalan lemak yang besar dan tebal inilah yang mengakibatkan wajah terlihat lebih bulat, yang sebenarnya bukan masalah. Namun, tak sedikit yang merasa insecure dengan bentuk pipi tembam dan berusaha menyingkirkannya, termasuk melalui buccal fat removal.
Ahli bedah plastik Naveen Cavale dari Battersea's Real Clinic mengatakan buccal fat removal memang tengah naik daun terutama di kalangan wanita.
"Saya percaya media sosial dan filter khususnya memiliki dampak besar. Saya mengklasifikasikan jenis operasi ini dengan beberapa operasi 'tren' lain yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir seperti yang lagi-lagi dipicu oleh media sosial," Cavale kepada GQ.
"Itu juga mendapatkan popularitas karena beberapa selebritas menyebutkan bahwa mereka telah menjalani operasi. Saya yakin Chrissy Teigen berbagi dengan para pengikutnya di Instagram bahwa dia menjalani prosedur tersebut tahun lalu," sambungnya.
Cavale menjelaskan, buccal fat removal bersifat invasif yang melibatkan pembedahan. Selama prosedur berlangsung, dokter membuat dua sayatan di sekitar mulut pasien untuk memudahkan dokter dalam menjangkau bantalan lemak pipi.
Ketika bantalan lemak terbuka, dokter akan memberi tekanan manual pada bagian luar pipi. Hasilnya, bantalan lemak akan menonjol ke luar dan dapat dijepit dengan forcep untuk kemudian dipotong.
"Ini [Buccal fat removal] melibatkan pembuangan sebagian lemak dari bantalan lemak bukal, jaringan yang terletak jauh di dalam pipi," kata Cavale.
Tidak seperti filler atau botox, buccal fat removal tidak dapat ditarik kembali. Jaringan lemak tidak tumbuh kembali. Seperti halnya operasi lainnya, ada risiko di balik buccal fat removal.
"Saya bukan penggemar melakukan ini [buccal fat removal], karena Anda berisiko merusak struktur di dekatnya seperti kelenjar ludah dan ujung saraf. Saya tidak melakukannya sebagai prosedur mandiri," ujar Cavale.
"Hal utama yang perlu diperhatikan dengan penghilangan lemak bukal adalah begitu hilang, hilang. Jika tidak dilakukan dengan hati-hati dan dengan cara tertentu, maka Anda berisiko mengalami penuaan dini," kata Cavale.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Suliana
Berita Terkait:
-
Hasil Liga Spanyol: Barcelona Kokoh di Puncak Klasemen Usai Taklukkan Celta Vigo 1-0
-
27,6% Perempuan Indonesia Insecure soal Gigi
-
Line Up Synchronize Fest 2026 Fase 1: Daftar 17 Musisi dan Jadwal Festival
-
Wajib Tahu! Kurang Tidur di Usia 40-an dan 50-an Bisa Meningkatkan Risiko Alzheimer di Kemudian Hari
-
Perut Anda Buncit? Jalan Kaki 10 Menit Sehabis Makan Solusinya!
-
Target penambahan kapasitas PLTB
-
Liga Champions: Kompany Puji Performa “Istimewa” Neuer Usai Bayern Taklukkan Madrid
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.