Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perbanyak Sumur Resapan untuk Atasi Banjir

📅 Minggu, 08 Jan 2023, 14:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perbanyak Sumur Resapan untuk Atasi Banjir Doc: Antara/HO Pemkot Tangerang
Ket. Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah (tengah) mengecek lubang biopori dan sumur resapan di daerah Larangan.

Tangerang - Pemerintah Kota Tangerang di Provinsi Banten berencana menambah 20 sumur resapan dan 50 lubang biopori guna mengatasi banjir dan genangan di daerah permukiman dan jalan raya di wilayahnya.

Menurut Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah di Tangerang, Minggu, saat ini Kota Tangerang telah memiliki 1.600 lubangbiopori jumbo serta kolam retensi di Taman Cipulir dan Cimone Permai.

Selain berupaya memperbanyak sumur resapan dan lubang biopori, Pemerintah Kota Tangerang mendorong warga membantu pemerintah mengatasi banjir dan genangan dengan membangun sumur resapan di lingkungan tempat tinggal mereka.

"Tolong juga untuk membuat sumur resapan di rumah masing-masing agar dapat membantu meningkatkan daya resap air sehingga genangan dapat diminimalisir," kata Wali Kota.

Mengenaigenangan yang muncul di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Larangan, Wali Kota mengatakan bahwa pemerintah kota membenahi sistem resapan untuk meminimalkan kemungkinan munculnya genangan.

"Jika dirasa masih kurang ya saran saya agar ditambah lagiinlet-nya agar air yang masuk ke sumur retensi lebih banyak sehingga penyerapan juga bisa lebih besar," katanya.

Wali Kota juga menginstruksikan pengecekanground tankdi satu fasilitas umum di Kelurahan Kreo Selatan yang rawan tergenang.

"Coba nanti dicek lagi apakahground tank-nya berfungsi atau tidak, coba dikeringkan dan diisi air lagi. Pastikan penyerapannya optimal. Kalau masih kurang ya berarti harus dibuatkan tempat penampungan air sementara, supaya air yang antre bisa parkir dulu sebelum diserap," katanya.

Selain itu, Wali Kota menekankan pentingnya pembenahan saluran air dan saluran pembuangan limbah dalam upaya meminimalkan risiko banjir.

"Kalau sudah ada sumur resapan dan retensi, salurannya juga harus di perhatikan. Percuma ada resapan kalau airnya enggak ada jalur buat masuk," katanya.

"Kalau kita perhatikan, ini ada penyempitan saluran ya. Jadi harus dilakukan normalisasi agar sistem drainaseberjalan lancar. Selain itu juga perlu membersihkan sampah-sampah yang menjadi penyumbat jalan air juga, karena itu perlu koordinasi juga PU sama DLH," katanya merujuk pada Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Lingkungan Hidup.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.