Kebut Pengembangan Panel Fotovoltaik, Tibet Diharapkan Punya Kapasitas 10 Juta KW Tahun 2025

Minggu, 08 Jan 2023, 09:10 WIB

Tiongkok terus menggencarkan penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) salah satunya di wilayah Tibet. Adapun upaya Tiongkok mendorong transisi energi di Tibet dengan membangun panel fotovoltaik (photovoltaic/PV).

Menurut rencana lima tahun wilayah tersebut dari 2021 hingga 2025, Tibet akan memfasilitasi pengembangan pembangkit listrik PV. Total kapasitas terpasang di wilayah tersebut diharapkan melebihi 10 juta kW pada tahun 2025 mendatang.

Ket. Foto: Ilustrasi — Sumber: Istimewa

Pada tahun 2023, Tiongkok akan terus mengintensifkan pembangunan infrastruktur energi dengan lebih banyak upaya untuk mengoptimalkan produksi dan transmisi listrik, serta secara aktif mendorong peningkatan jaringan distribusi dan pembangunan jaringan listrik pedesaan, menurut Konferensi Kerja Ekonomi Pusat yang diadakan pada pertengahan Desember .

Konferensi tersebut juga menunjukkan bahwa pembangunan tenaga angin skala besar dan basis-basis fotovoltaik akan dipercepat. Ini bertujuan untuk meningkatkan penggunaan energi bersih yang efisien.

"Mengembangkan energi bersih menunjukkan gagasan 'air jernih dan pegunungan subur adalah aset yang tak ternilai' dan koeksistensi harmonis manusia dan alam di Tibet," kata Chen Pu, wakil direktur institut strategi ekonomi Akademi Ilmu Sosial Tibet.

Para pekerja memasang panel fotovoltaik meski udara dingin menggigit pada ketinggian sekitar 4.500 meter di "atap dunia". Ini bertujuan untuk mempercepat pengembangan energi bersih di Tibet, Tiongkok.

Dengan diaktifkannya modul terakhir, proyek pembangkit listrik PV berkapasitas 120.000 kW di kota Nagqu, Daerah Otonomi Tibet di Tiongkok barat daya, mulai beroperasi pada 25 Desember.

Hu Chunqing, seorang manajer dari Huadian New Energy Group Co., Ltd. cabang Tibet, mengatakan bahwa hanya butuh 90 hari bagi lebih dari 1.000 pekerja untuk menyelesaikan proyek tersebut, menambah kehangatan dan cahaya bagi penduduk di Tibet bagian utara pada musim dingin.

Sebagai proyek pembangkit listrik PV terbesar di Tibet, proyek tersebut diperkirakan dapat membantu mengurangi 219.600 ton emisi karbon dioksida, atau setara dengan 76.300 ton batubara standar setiap tahunnya.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.