Perkuat Imunitas, Gubernur Jatim: 1,2 Juta Dosis Vaksin Inavac Siap Disuntikkan

Sabtu, 07 Jan 2023, 00:21 WIB

Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan sebanyak 1.225.000 dosis vaksin COVID-19 Inavacproduksi Universitas Airlangga (Unair) bersama PT Biotis Pharmaceutical siap disuntikkan dan digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Menurut Khofifah, vaksin Inavac saat ini siap dikirim ke Kementerian Kesehatan untuk segera disuntikkan kepada seluruh warga Indonesia tak terkecuali di Jawa Timur.

"Allhamdulillah, progres vaksin Inavac pada awal tahun 2023 ini telah siap 1,2 juta dosis vaksin. Vaksin ini akan menjadi ikhtiar mempercepat kekebalan masyarakat Indonesia, meskipun kasus COVID-19 terus mengalami penurunan yang signifikan," kata Khofifah di Surabaya, Jumat.

Mantan Menteri Sosial itu menyampaikan dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi Jatim akan mengirimkan surat kepada Menteri Kesehatan agar bisa kebagian jatah dari 1,2 juta dosis tersebut.

"Jatim berharap kebagian jatah yang cukup untuk melanjutkan vaksinasi masyarakat untuk mencapai kekebalan kelompok, sebelum Kementerian Kesehatan menyebar vaksin Inavacke seluruh provinsi di Indonesia," ujarnya.

Gubernur Khofifah yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Unair memaparkan dari jumlah 1,2 juta dosis yang siap digunakan itu merupakan hasil produksi pertama pada November 2022. Target produksi Inavac tahun 2023 mencapai 15 - 20 juta dosis.

Selain untuk percepatan vaksinasi dalam negeri, sebagian dosis itu akan diekspor ke negara-negara yang membutuhkan.

Berdasarkan hasil uji klinik, Inavac dapat digunakan sebagai vaksin COVID-19 primer atau sebagai vaksin dosis pertama dan kedua dalam interval waktu penggunaan 28 hari.

Selain itu, lanjut dia, Inavac hanya boleh digunakan untuk orang berusia 18 tahun ke atas, setelah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 4 November 2022.

Ketua Tim Riset Inavac Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih memastikan akan melanjutkan penelitian yang bertujuan agar penggunaan tak hanya untuk kalangan remaja dan dewasa, tetapi juga bisa dimanfaatkan anak-anak.

"Proposal uji klinik pun telah dikirimkan kepada BPOM. Persetujuan protokol uji klinik akan dilakukan untuk remaja dahulu. Setelahnya untuk vaksin anak-anak hingga Desember tahun ini," katanya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.