Pemain Iran Dibayangi Sanksi Buntut Tolak Nyanyi Lagu Kebangsaan di Piala Dunia

Jumat, 25 Nov 2022, 02:05 WIB

Pemain Timnas Iran dikabarkan terancam mendapatkan sanksi dari negara mereka setelah menolak menyanyikan lagu kebangsaan di laga perdana Grup B Piala Dunia 2022 di Stadion Khalifa, Al Rayyan, pada Senin malam (21/11).

Saat itu, 11 pemain Iran pertama yang bermain di pertandingan melawan Inggris hanya diam saat lagu kebangsaan Iran diputar di Stadion Internasional Khalifa. Akibatnya, aksi pemain Iran itu membuahkan konflik baru.

Ket. Foto: Pemain Timnas Iran saat menunggu lagu kebangsaan negaranya diputar jelang pertandingan Grup B Piala Dunia 2022 melawan Inggris, Senin malam (21/11). — Sumber: Arab News/AP

Tak sedikit pihak yang memprotes aksi pemain Iran itu, terlebih dari negara mereka sendiri. Salah satu pihak yang mengecam aksi tersebut yakni Ketua Dewan Kota Teheran Mehdi Chamran.

"Kami tidak akan pernah membiarkan siapa pun menghina lagu kebangsaan dan bendera kami. Peradaban Iran memiliki sejarah beberapa ribu tahun, peradaban ini setua total peradaban Eropa dan Amerika," dikutip dari The Guardian, Kamis (24/11).

Selain itu, seorang anggota parlemen konservatif di Kurdistan menyerukan agar tim nasional digantikan oleh pemuda yang setia dan revolusioner yang bersedia menyanyikan lagu kebangsaan mereka.

Tim Melli, sebutan tim nasional, sebelumnya telah menuai kritik dari pengunjuk rasa karena bahkan berkompetisi di Qatar, dan rekaman mereka membungkuk di depan Presiden Ebrahim Raisi pada pertemuan pelepasan mengundang lebih banyak kemarahan.

Sementara itu, Kayhan, surat kabar pro-rezim, mengutuk pengunjuk rasa Iran karena mendukung lawan tim nasional mereka.

"Selama berminggu-minggu media asing telah melakukan perang psikologis-media yang kejam dan belum pernah terjadi sebelumnya melawan tim ini. Kampanye ini tidak menyia-nyiakan upaya untuk menciptakan jarak antara rakyat Iran dan anggota tim sepak bola nasional Iran, serta menghasilkan dikotomi palsu," tulis Kayhan.

"Gerakan media politik ini, terutama warga London, dengan dukungan dan koordinasi patriot lokal, dari selebritas film dan olahraga hingga media berantai dan saluran Telegram, dan bahkan tokoh politik reformis, telah bergandengan tangan untuk menyerang para pemain."

Surat kabar itu melaporkan bahwa pelatih kepala Iran, Carlos Queiroz, telah mempertanyakan motif para suporter yang menentang tim.

"Saya harus memberi tahu mereka yang tidak ingin mendukung tim nasional bahwa lebih baik tinggal di rumah, tidak ada yang membutuhkan mereka," tuturnya.

Mantan pemain sepak bola internasional Iran Ali Latifi mengatakan bahwa para pemain menghadapi dilema apakah akan menunjukkan dukungan untuk protes yang berkelanjutan di negara mereka atau hanya fokus pada sepak bola.

"Ketika beberapa penonton mencemooh, tim menderita," ujarnya.

"Meskipun tidak disiarkan di radio, para pemain mendengarnya dan itu memengaruhi suasana hati mereka," lanjutnya.

Sebelumnya, Para pemain Tim Nasional Iran tidak ikut menyanyikan lagu kebangsaan mereka yang dikumandangkan saat memulai pertandingan pertamanya di Piala Dunia 2022 melawan Inggris pada Senin (21/11). Ini sebagai bentuk dukungan bagi pengunjuk rasa anti-pemerintah di negara mereka.

Dilansir dari AFP, kapten Alireza Jahanbakhsh jelang pertandingan mengatakan, tim akan memutuskan bersama apakah akan menolak atau tidak menyanyikan lagu kebangsaan untuk menunjukkan solidaritas atas demonstrasi yang telah mengguncang rezim di Iran. Terlihat, para pemain Iran berdiri tanpa ekspresi dan wajah muram saat lagu kebangsaan mereka berkumandang di Stadion Internasional Khalifa di Doha.

Iran telah diguncang oleh protes nasional selama dua bulan sejak tewasnya wanita berusia 22 tahun Mahsa Amini dalam tahanan polisi moral pada 16 September. Amini, seorang wanita Iran asal Kurdi, meninggal tiga hari setelah penangkapannya di Teheran atas dugaan pelanggaran peraturan berpakaian Republik Islam untuk wanita, termasuk kewajiban berjilbab.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi

Berita Terbaru

Dopamine Land Hadir di Jakarta, Tawarkan Pengalaman Hiburan Multisensori

Festival Pacu Jalur 2026 di Kuansing Dibuka Plt Gubernur Riau, Ini Jadwal Lengkapnya!

FLONA 2026 Digelar di Lapangan Banteng, Pamerkan Kekayaan Flora-Fauna Nusantara

PLN Berhasil Pulihkan Keseluruhan Sistem Kelistrikan Flores Pasca Gempa M7,7

Pertamina Tambah Fasilitas Dermaga Jetty di Terminal BBM Manggis Bali, Amankan Pasokan BBM Bali-Nusra

PT KAI dan KCIC Gelar Program EduTrain bagi 81 Anak Panti Asuhan

Gubernur Pramono Lantik 7 Pejabat Eselon II DKI Jakarta, Ini Daftar Nama dan Jabatannya

Satu Dekade EMOS Perkuat Ekosistem Kesehatan Digital Indonesia

Pemkot Kembali Gelar Bandung Great Sale 2026

Bank Mandiri Perkuat Sinergi dengan Garuda Indonesia lewat GATF 2026, Bidik Transaksi Travel Nasabah

Pemkot Bandung Upayakan Akses Air Bersih bagi Warga Cihanja

Bareskrim Polri Ungkap 5 Kasus Perdagangan Orang dengan Modus Pengantin Pesanan

Pemkot Bandung Segera Tanam Kembali Pohon di Jalan RE Martadinata

Sequis Life Dorong Perempuan Wirausaha Perkuat Fondasi Finansial dan Jaringan Bisnis

MPR Tegaskan Hari Konstitusi Bukan Sekadar Seremonial

Pendakian Arjuno-Welirang Ditutup Imbas Kebakaran Tahura Raden Soerjo, Begini Tata Cara Reschedule Tiket!

Alun-alun Bandung Resmi Dibuka Lagi! Walkot Farhan: Jam Operasionalnya Pukul 08.00-16.00 WIB

Kabar Gembira! Anggota DPR Desak Pemerintah Realisasikan Sekolah SD-SMP Gratis Sesuai Amanat Putusan MK

Bimo/Arlya Tersingkir di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Fokus dan Mental Jadi Evaluasi Utama

Pullman Jakarta Central Park Gandeng Alethea Sposa Hadirkan Koleksi Mooncake Eksklusif

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.