Pemimpin G20 Didesak Tidak Membiarkan Proteksionisme 'Mengakar'

Rabu, 16 Nov 2022, 00:03 WIB

BADUNG - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva, memperingatkan para pemimpin G20 agar tidak membiarkan proteksionisme perdagangan "mengakar" dan mengatakan fragmentasi ekonomi dunia ke dalam blok-blok geopolitik akan secara signifikan merusak pertumbuhan.

Dalam sambutan yang telah disiapkan yang disampaikan pada KTT para pemimpin Kelompok 20, Georgieva mengatakan bahwa 345 juta orang di dunia kini menderita krisis pangan akibat perang Russia di Ukraina, inflasi tinggi, dan bencana iklim. Dia mengatakan negara-negara G20 harus "mengizinkan perdagangan melakukan tugasnya".

Ket. Foto: Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva — Sumber: ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA

"Menyingkirkan penghalang, terutama untuk makanan dan pupuk, dapat membantu mengatasi penderitaan ratusan juta orang," kata Georgieva di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (15/11), seperti dikutip Antara.

"Kita tidak boleh membiarkan proteksionisme berakar dan dunia hanyut ke dalam blok yang terpisah."

Ia sudah lama memperingatkan terhadap fragmentasi ekonomi dunia ke dalam blok-blok yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan sekutu Barat di satu sisi, dan Tiongkok dan ekonomi yang digerakkan negara lainnya di sisi lain.

Georgieva mengatakan situasi ini akan menyebabkan perbedaan teknologi dan standar peraturan dan meningkatkan proteksionisme perdagangan.

IMF menghitung bahwa dunia yang terbelah seperti itu akan kehilangan setidaknya 1,5 persen dari output PDB setiap tahun. "Dan biayanya akan jauh lebih tinggi - dua kali lebih tinggi atau lebih - untuk ekonomi terbuka, yang bergantung pada kerja sama internasional," tuturnya.

Masih ada waktu untuk menghindari situasi ini dan "mencegah berjalan dalam tidur ke dunia yang lebih miskin dan kurang aman".

Georgieva juga mengulangi seruannya kepada negara-negara G20 untuk mempercepat upaya untuk memberikan keringanan utang kepada negara-negara miskin yang terkena dampak Covid-19, limpahan perang Ukraina dan inflasi.

Untuk 25 persen ekonomi pasar berkembang dan 60 persen negara berpenghasilan rendah, ini menghancurkan kemampuan mereka untuk menangani kerawanan pangan dan energi.

Redaktur: Redaktur Pelaksana

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Di Karawang Terjadi 50 Kebakaran Terjadi Selama Dua Minggu ini

Perkuat Komitmen pada Asuransi Inklusif, AXA Mandiri Raih ESG Award 2026 by KEHATI

Menag Bertemu Dubes Mesir, Grand Syekh Al-Azhar Dipastikan Hadiri IGIC 2026.

Universitas Thailand Tawarkan Kuliah dan Beasiswa di Jakarta

Secercah Harapan Rehabilitasi 300 Orangutan Menanti Kesiapan Pelepasliaran yang Aman

Intensifkan Pemasaran WashTower, LG Bentuk Kolaborasi Dengan Mitra Dealer Spesialis

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Rumah Harimau Sumatera Ikut Hangus Dilalap Kebakaran Hutan

Aturan Baru Tarif Pengantaran Barang dan Makanan Ojol Digodok Kemkomdigi, Tak Adopsi Skema 92:8, Fokus bagi Hasil Adil

LG UltraGear Native 1000Hz Segera Hadir di Indonesia

Impor Udang Vaname 120 Ton Lewat Kawasan Berikat, KKP Minta Industri Utamakan Produksi Lokal

D'Masiv Bikin Album Full Berbahasa Inggris, Beri Warna Baru bagi Massivers

Tapak Tumbuh Hadir di JIA Curated 2026, Ubah Jejak Bumi Menjadi Pengalaman Spasial

Waspada! Modus Paket Umrah di Bawah Rp26 Juta, Kemenhaj Ingatkan Jemaah Indikasi Penipuan

Dopamine Land Hadir di Jakarta, Tawarkan Pengalaman Hiburan Multisensori

Festival Pacu Jalur 2026 di Kuansing Dibuka Plt Gubernur Riau, Ini Jadwal Lengkapnya!

FLONA 2026 Digelar di Lapangan Banteng, Pamerkan Kekayaan Flora-Fauna Nusantara

PLN Berhasil Pulihkan Keseluruhan Sistem Kelistrikan Flores Pasca Gempa M7,7

Pertamina Tambah Fasilitas Dermaga Jetty di Terminal BBM Manggis Bali, Amankan Pasokan BBM Bali-Nusra

PT KAI dan KCIC Gelar Program EduTrain bagi 81 Anak Panti Asuhan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.