Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Senin, 05 Okt 2026, 06:37 WIBNAGOYA - Atlet panjat tebing putri, Desak Made Rita Kusuma Dewi, kembali menjadi salah satu tumpuan Indonesia di Asian Games 2026. Atlet asal Bali itu menutup perjuangannya dengan medali emas nomor speed putri sekaligus menorehkan rekor Asia dalam persaingan yang berlangsung di Nagoya, Jepang.
Desak tampil nyaris tanpa cela di partai final. Dia membukukan waktu 6,062 detik untuk mengalahkan wakil Tiongkok, Deng Lijuan, yang finis dengan catatan 6,064 detik. Selisih hanya 0,002 detik itu sudah cukup mengantarkan Desak ke podium tertinggi. Catatan waktunya sekaligus menjadi rekor Asian Games dan rekor Asia.
Emas tersebut memperpanjang dominasi Desak di pesta olahraga Asia. Empat tahun sebelumnya di Hangzhou, dia juga menjadi juara nomor speed putri. Saat itu, Desak mengalahkan Deng Lijuan dengan waktu 6,364 detik. Kesuksesan di Hangzhou juga menjadi jalan bagi Desak untuk tampil di Olimpiade Paris 2024.
Lahir di Bali, 24 Januari 2001, Desak mulai mengenal panjat tebing ketika masih duduk di kelas dua sekolah dasar. Ketertarikannya bermula saat dia mengikuti sang bibi, yang juga atlet panjat tebing, ke Taman Kota Singaraja. Dari pengalaman awal tersebut, olahraga yang penuh tantangan itu perlahan berubah menjadi jalan hidupnya.
Desak mengaku tertarik karena selalu terdorong untuk memperbaiki catatan waktu. Kecepatan dan keberanian menjadi modal yang kemudian membawanya menembus level nasional hingga panggung internasional.
Salah satu pencapaian terbesar diraih pada IFSC Climbing World Championships 2023 di Bern, Swiss. Desak keluar sebagai juara dunia nomor speed putri. Prestasi itu menegaskan posisinya sebagai salah satu pemanjat tercepat dunia.
Di luar arena, Desak tetap memperhatikan pendidikan. Dia pernah menempuh pendidikan di SMK Negeri 3 Singaraja dengan mengambil jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Setelah lulus, dia melanjutkan kuliah di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja, dengan mengambil jurusan olahraga.
Kini, Desak menambah satu lagi catatan penting dalam perjalanan kariernya. Dua emas Asian Games dan gelar juara dunia menjadi bukti konsistensinya di nomor speed. Emas di Nagoya sekaligus menjadi salah satu penutup manis perjuangan kontingen Indonesia.
Secara keseluruhan, Indonesia mengakhiri Asian Games 2026 yang resmi ditutup Minggu (4/10) di posisi ke-16 klasemen akhir dengan koleksi 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Torehan lima emas tersebut melampaui target awal kontingen Merah Putih yang dipatok empat emas.
Cabang bulu tangkis menjadi penyumbang terbesar dengan dua emas, masing-masing dari nomor beregu putra dan pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Tiga emas lainnya disumbangkan Rahmat Erwin Abdullah dari angkat besi, Desak Made Rita Kusuma Dewi dari panjat tebing, serta Nurisa Dian Ashrifah dari panahan.
Meski berhasil melewati target, capaian Indonesia kali ini menurun dibandingkan Asian Games 2022 di Hangzhou. Ketika itu, Merah Putih mengumpulkan tujuh emas, 11 perak, dan 18 perunggu. Hilangnya sejumlah cabang olahraga andalan, termasuk perahu naga, menjadi salah satu alasan Indonesia menurunkan target emas di Nagoya. ben/G-1
- Atlet Panjat Tebing
- desak made rita kusuma dewi
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Kemarau Panjang Ganggu Pasokan, Harga Ketimun Gorontalo Meroket
-
Yenny Wahid Harap 4 Atlet Panjat Tebing Indonesia Lolos Final Speed Borong Emas
-
Kabar Baik! 1.613 Mahasiswa Baru UNG Terima KIP Kuliah 2026, Siapa Saja yang Berhak?
-
Kandas di Perebutan Medali, Perjuangan Aditya Tetap Dipuji Federasi Panjat Tebing Indonesia
-
Fantastis! Desak Made Rebut Emas Asian Games 2026 Sekaligus Pecahkan Rekor Asia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.