- Home
-
- Luar Negeri
-
- IMF Siapkan Dana Darurat b...
IMF Siapkan Dana Darurat bagi Negara yang Harga Pangannya Terguncang
Selasa, 13 Sep 2022, 00:02 WIBLONDON - Dana Moneter Internasional (IMF) dalam pertemuan dewan eksekutif, pada Senin (12/9), dilaporkan tengah berupaya menyediakan dana darurat bagi negara-negara yang menghadapi guncangan harga pangan akibat perang.
Sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters, rencana yang belum pernah dilaporkan sebelumnya itu akan dipresentasikan ke dewan pada sesi informal.
"Itu akan memungkinkan IMF untuk membantu Ukraina dan negara-negara lain yang terpukul keras oleh perang Russia di Ukraina tanpa memaksakan persyaratan yang diperlukan dalam program dana reguler," kata sumber tersebut.
"Pemungutan suara resmi yang mendukung langkah tersebut telah dimatangkan staf IMF dalam beberapa bulan terakhir dan diharapkan bisa disetujui sebelum pertemuan tahunan IMF pada Oktober," kata sumber tersebut.
Jika disetujui, untuk sementara akan meningkatkan batas akses yang ada dan memungkinkan semua negara anggota untuk meminjam hingga tambahan 50 persen dari kuota IMF mereka di bawah Instrumen Pembiayaan Cepat IMF (RFI), dan Instrumen Kredit Cepat yang melayani negara-negara berpenghasilan rendah," kata sumber tersebut.
"Konsepnya sederhana, tapi bisa membantu banyak negara," ujar sumber.
Dilaporkan kalau harga pangan melonjak di seluruh dunia setelah dimulainya perang karena rute pasokan yang diblokir, sanksi dan pembatasan perdagangan lainnya, meskipun kesepakatan yang ditengahi PBB memungkinkan dilanjutkannya ekspor biji-bijian dari pelabuhan Ukraina bulan lalu, mulai membantu meningkatkan arus perdagangan dan menurunkan harga dalam baru-baru ini.
Pemberi pinjaman yang berbasis di Washington itu memproyeksikan pada Juli bahwa inflasi akan mencapai 6,6 persen di negara maju tahun ini, dan 9,5 persen di pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang, menimbulkan "risiko yang jelas" terhadap stabilitas makroekonomi saat ini dan di masa depan.
Kelaparan Akut
Banyak negara Afrika dan negara miskin lainnya yang menderita kekurangan pangan dan kelaparan akut telah menuntut peningkatan dana, tetapi tidak begitu jelas berapa banyak negara yang akan mencari bantuan pembiayaan tambahan.
Proposal IMF akan menawarkan beberapa bantuan terbatas ke Ukraina, tetapi para pejabatnya mengatakan mereka membutuhkan paket pembiayaan "penuh" saat mereka berjuang untuk menjaga pemerintah tetap berjalan saat perang besar pertama di Eropa sejak Perang Dunia II.
Seorang juru bicara IMF, pekan lalu, mengatakan kepada Reuters pemberi pinjaman global "terus terlibat erat dengan pihak berwenang Ukraina dan saat ini sedang menjajaki semua opsi yang layak untuk memberikan dukungan lebih lanjut ke Ukraina dalam keadaan yang menantang ini".
Kreditur luar negeri Ukraina telah mendukung pembekuan pembayaran obligasi internasional hampir 20 miliar dollar AS selama dua tahun, tetapi negara tersebut harus melakukan pembayaran pokok 635 juta dollar AS pada pinjaman IMF sebelumnya yang dimulai pada pertengahan September.
IMF, pada Maret, menyetujui 1,4 miliar dollar AS dalam pendanaan darurat untuk Ukraina di bawah instrumen Instrumen Pembiayaan Cepat (RFI) untuk membantu memenuhi kebutuhan pengeluaran yang mendesak dan mengurangi dampak perang. Ekonomi negara itu diperkirakan akan berkontraksi sebesar 35 persen pada tahun ini.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Membangun Harapan Baru dari Akar Rumput
-
Kampung Nelayan: KKP Tak Mau Kecolongan! Program KNMP Kini Diawasi Berlapis
-
Polda Metro Jaya Gelar Operasi Pekat Jaya 2026 Jelang Ramadan
-
Penguatan Dollar AS Bakal Meningkatkan Biaya Pendanaan di Ekonomi Pasar Berkembang
-
Indikator Makro yang Solid Tidak Otomatis Cerminkan Kesehatan Struktural Ekonomi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.