IKM Harus Siap Hadapi Tantangan Pasar yang Selalu Berubah
Rabu, 31 Agu 2022, 17:55 WIBJAKARTA-Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita berharap agar pelaku IKM semakin kuat dalam menghadapi tantangan pasar ke depannya. Pelaku IKM harus bisa beradaptasi dengan kondisi pasar yang terus berubah
Dia menegaskan pelaku IKM harus bersama-sama berinovasi dan terus melakukan adaptasi model bisnis yang dijalankan. Hal itu perlu dilakuka di samping mendapatkan fasilitas dari Pemerintah.
"Kejelian dalam membaca kebutuhan konsumen tentunya menjadi hal yang sangat penting sehingga para pelaku IKM dapat mengembangkan inovasi yang tidak terbatas pada produk namun juga pada aspek-aspek lain seperti strategi pemasaran, manajemen, distribusi, pengemasan dan aspek bisnis lainnya,"ucapnya dalam acara Pameran Produk Unggulan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) 2022 di Jakarta, Rabu (31/8).
Dia menjelaskan, selama pandemi kita juga sudah melihat banyak sekali contoh adaptasi strategi bisnis yang dilakukan oleh pelaku usaha industri besar maupun yang masih berskala kecil dan menengah. Berbagai contoh strategi adaptasi tersebut dapat dijadikan acuan pola pikir kita dalam menjalankan bisnis.
Pemanfaatan marketplace sebagai sarana berjualan tentunya dapat menjadi salah satu opsi yang bisa dimaksimalkan agar para pelaku usaha mampu menjangkau cakupan pasar yang lebih luas.
IKM merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari industri secara keseluruhan dan sangat erat kaitannya dengan partisipasi kaum perempuan, dimana hal ini dapat mendorong pengembangan industri di daerah dengan memanfaatkan sumber daya setempat dan potensi kelompok perempuan di daerah tersebut.
Bila kita mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) dari total pengusaha sebanyak 4,4 juta IKM, sebesar 47,32 persen atau sebanyak 2,08 juta merupakan pengusaha IKM perempuan. Dari sisi tenaga kerja, jumlah tenaga kerja perempuan di sektor IKM berjumlah 4,65 juta orang atau 48,24 persen dari total jumlah tenaga kerja IKM.
Dirinya mengapresiasi IPEMI sebagai organisasi pengusaha muslimah yang bergerak dibidang pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan ekonomi muslimah khususnya.
Ketua Umum IPEMI, Ingrid Kansil dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa pihaknya terus mendorong tumbuhnya wirausaha baru dari kalangan muslim. Hal itu sebagai bentuk dukungannya dalam upaya mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia.
"Saat inikan angka penggangguran lagi tinggi yah karena kurangnya kesempatan kerja, makanya kita di IPEMI mendorong anak anak kita agar habis kuliah menjadi wirausaha. Supaya mereka jangan bergantung ke orang lain tetapi justru memberi pekerjaan bagi teman teman atau orang di sekitarnya," pungkas Ingrid.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Kemenperin Berkolaborasi dengan Apple Academy Perkuat Ekosistem Digital RI
-
Harga Emas Antam Jumat (03/4) Pagi Turun Rp65.000 Jadi Rp2,857 Juta/Gram
-
La Liga Spanyol: Tanpa Raphinha, Barca Andalkan Magis Yamal Hadapi Atletico
-
Pemprov Kaltim Jamin Tak Ada PHK pada 11.881 PPPK, meski Ada Efisiensi
-
Enam Perusahaan Grup Astra dan Yayasan Astra Resmi Memulai Program IKM Development 2026 dalam Perkuat Rantai Pasok Industri Nasional
-
UMKM Dibina untuk Makin Mandiri
-
Kelola KEK Maloy Lebih Serius, Kaltim Bidik Investasi Skala Besar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.