Waduh! Robot Penjelajah Sensor Angin NASA Alami Kerusakan Akibat Fenomena Tak Terduga Ini di Mars
Minggu, 10 Jul 2022, 17:14 WIBRobot penjelajah milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) Perseverance mengalami kerusakan di Mars. Kerusakan tersebut diakibatkan usai Perseverance terhantam kerikil yang diterbangkan angin kencang di Mars.
Penjelajah Perseverance mendarat di Planet Merah pada Februari 2021 dengan membawa, di antara instrumen lainnya, stasiun cuaca yang dijuluki Mars Environmental Dynamics Analyzer (MEDA). Instrumen itu mencakup dua sensor angin yang mengukur kecepatan dan arah, di antara beberapa sensor lain yang menyediakan metrik cuaca seperti kelembaban, radiasi, dan suhu udara.
Peneliti utama MEDA, Antonio Rodriguez Manfredi mengatakan, kerikil yang terbawa oleh embusan kuat Planet Merah baru-baru ini merusak salah satu sensor angin, tetapi MEDA masih dapat melacak angin di area pendaratannya di Kawah Jezero. Namun, sensitivitas mengalami penurunan.
"Saat ini, sensor berkurang kemampuannya, tetapi masih memberikan besaran kecepatan dan arah," tulis Rodriguez Manfredi, seorang ilmuwan di Pusat Astrobiologi Spanyol di Madrid, dikutip dari Space, Selasa (4/7).
"Seluruh tim sekarang menyetel ulang prosedur pengambilan untuk mendapatkan lebih banyak akurasi dari pembacaan detektor yang tidak rusak," lanjutnya.
Jet Propulsion Laboratory NASA di California, yang menjadi pusat pengelola Perseverance mengungkapkan, dua sensor angin seukuran penggaris di Perseverance dikelilingi oleh enam detektor individu yang bertujuan untuk memberikan pembacaan yang akurat dari segala arah. Adapun masing-masing dari dua sensor angin utama terpasang dapat dibuka untuk memindahkan sensor menjauh dari rover saat melaju, karena Perseverance yang memiliki ukuran sebesar mobil memang memengaruhi arus angin dengan pergerakannya sendiri melalui atmosfer Mars yang tipis.
Seperti semua instrumen di Perseverance, kata Rodriguez Manfredi, sensor angin dirancang dengan mempertimbangkan redundansi dan perlindungan.
"Tapi tentu saja, ada batasan untuk semuanya," ucapnya.
Selain itu, untuk instrumen seperti MEDA, batasannya lebih menantang. Ini karena sensor harus terpapar pada kondisi lingkungan untuk merekam parameter angin. Tetapi ketika angin yang lebih kuat dari yang diperkirakan mengangkat kerikil yang lebih besar dari yang diperkirakan, kombinasi tersebut mengakibatkan kerusakan pada beberapa elemen detektor.
"Baik prediksi maupun pengalaman yang kami miliki dari misi sebelumnya tidak meramalkan angin kencang seperti itu, atau material lepas seperti itu," tutur Rodriguez Manfredi.
Ia menambahkan, ironis jika sensor MEDA yang terdapat di Perseverance rusak oleh angin, yang mana kondisi tersebut yang tengah dicari oleh peneliti.
Perseveranve mendarat di Mars pada 18 Februari 2021 lalu, dan, bersama dengan helikopter bernama Ingenuity, menjelajahi delta sungai purba yang mungkin kaya mikroba miliaran tahun lalu. Selain mengukur komposisi angin, cuaca, dan batuan, rover mengambil bahan yang paling menjanjikan untuk di-cache untuk misi pengembalian sampel di masa depan yang bertujuan mengirim sampel ke Bumi pada 2030-an.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi
Berita Terkait:
-
Wacana Pemotongan Gaji Menteri hingga 25 Persen Belum Jelas
-
Kerja Sama RI–Korea: Internet Lebih Stabil, Data Kian Aman, Talenta AI Diperkuat
-
Garuda Indonesia Pastikan Kesiapan Haji 2026, Fokus Layanan Inklusif dan Ramah Lansia
-
Drama Kejar-kejaran di Bireuen, Polisi Gagalkan Transaksi 1,5 Kg Sabu 'Bungkus Alpukat'
-
Awak Artemis II dalam Perjalanan Pulang
-
Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp119.400/Kg, Daging Ayam Rp52.150/Kg
-
Waspada! Peredaran Uang Palsu Pecahan Rp100 Ribu di Bogor, Polisi Bongkar Kasusnya!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.