Gempar! Secara Mengejutkan Astronom Temukan Fenomena 'Gempa Bintang' di Galaksi Bima Sakti, Apa Dampaknya?
Sabtu, 18 Jun 2022, 06:45 WIBMisi pemetaan galaksi Gaia dilaporkan berhasil mendeteksi ribuan gempa bintang atau starquakes yang diperkirakan dapat memberikan wawasan baru mengenai cara kerja bagian dalam bintang. Walaupun Gaia telah mengukur posisi, jarak dari Bumi, kecepatan dan lintasan 2 miliar bintang di galaksi Bima Sakti, setelah pertama kali diluncurkan pada 2013. Namun, astronom di Universitas Katolik Leuven, Belgia, Conny Aerts menuturkan penemuan fenomena starquakes sedikit mengejutkan. Pasalnya, pesawat ruang angkasa itu tidak dirancang untuk melakukan pekerjaan seperti itu.
"Getaran ini membuat gas bintang bergerak naik turun dan itu mengubah kecerahan bintang sebagai fungsi waktu. Jadi itu membuat bintang-bintang berkedip di langit," ujar Aerts dalam konferensi pers Badan Antariksa Eropa (ESA) pada Senin (13/6).
Gaia sendiri terkenal karena telah membuat peta galaksi kita yang paling detail. Dikutip dari media yang berfokus pada kajian luar angkasa, Space, misi Gaia terkenal akan rilis data terbaru yang menambahkan informasi mengenai tingkat kecerahan, massa dan suhu setengah miliar bintang dan komposisi kimia rinci dari beberapa juta bintang. Melalui data inilah para astronom dapat memperoleh gambaran yang kian beragam seputar kehidupan galaksi dan perilaku bintang-bintang di dalamnya.
"Bintang yang berkedip menawarkan astronom alat yang sangat kuat untuk mempelajari fisika dan kimia internal mereka," ujar Aerts.
Gempa bintang atau starquakes sendiri berhasil diidentifikasi oleh Gaia dalam dalam subset pengamatan yang berfokus pada distribusi bintang variabel di galaksi Bima Sakti, yaitu bintang yang kecerahannya berubah seiring waktu. Data yang dirilis Gaia pada 13 Juni juga berisi kumpulan dara sistem bintang biner terbesar yang pernah dikompilasi di galaksi kita, yaitu pasangan bintang yang mengorbit satu sama lain.
"Ini seperti gempa bumi di Bumi. Seismolog menyukai gempa jika tidak terlalu keras, karena ini memungkinkan kita untuk memahami apa yang terjadi di dalam planet kita. Dan astroseismolog melakukan hal yang sama, tetapi untuk bintang," pungkas Aerts.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Suliana
Berita Terkait:
-
Drama Kejar-kejaran di Bireuen, Polisi Gagalkan Transaksi 1,5 Kg Sabu 'Bungkus Alpukat'
-
Kerja Sama RI–Korea: Internet Lebih Stabil, Data Kian Aman, Talenta AI Diperkuat
-
Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp119.400/Kg, Daging Ayam Rp52.150/Kg
-
Awak Artemis II dalam Perjalanan Pulang
-
Waspada! Peredaran Uang Palsu Pecahan Rp100 Ribu di Bogor, Polisi Bongkar Kasusnya!
-
Garuda Indonesia Pastikan Kesiapan Haji 2026, Fokus Layanan Inklusif dan Ramah Lansia
-
Wacana Pemotongan Gaji Menteri hingga 25 Persen Belum Jelas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.