Pendidikan Literasi dan Karakter Dianggap Kurang Menarik

Kamis, 16 Jun 2022, 00:07 WIB

JAKARTA - Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek), Jumeri, menilai pembelajaran yang berkaitan literasi, numerasi, dan karakter masih belum menarik. Menurutnya, banyak peserta didik tidak memenuhi kompetensi di tiga bidang tersebut.

"Ini menjadi paradigma baru kita harus membuat pembelajaran yang lebih menarik untuk anak-anak kita supaya mereka senang belajar, terangsang kreativitasnya, bekerja secara kelompok," ujar Jumeri dalam siaran video Kemendikbudristek, Rabu (15/6).

Ket. Foto: Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek), Jumeri — Sumber: Antaranews

Jumeri menyebut, literasi, numerasi, dan karakter sebagai kunci pemulihan pembelajaran akibat pandemi Covid-19. Ketiga hal tersebut perlu paradigma baru dan penyajian yang menarik.

Dia menambahkan, dengan penyajian menarik, anak-anak akan lebih senang belajar. Proses pemulihan pembelajaran pun bisa berjalan lebih cepat. "Dengan sajian yang menyenangkan tadi, ditambah materi disederhanakan, belajar hal yang esensial maka kita bisa mencapai pemulihan pembelajaran tersebut," jelasnya.

Pemulihan Layanan
Lebih lanjut, Jumeri memastikan, pemerintah terus melakukan berbagai upaya dan mendorong kerja bersama dalam melakukan pemulihan pembelajaran di masa pandemi. Pemerintah terus memperbarui dan melakukan penyesuaian kebijakan dalam upaya mengoptimalkan pemulihan layanan pendidikan dengan mempertimbangkan pergerakan kasus Covid-19 yang mulai terkendali.

Dia mengatakan, Kemendikbudristek memberi pilihan kepada satuan pendidikan untuk dapat memilih kurikulum pembelajaran yang paling tepat. Selain itu, kementerian juga memberi kelonggaran atas penggunaan dana BOS, dan alokasi dana tersebut dapat dialihkan untuk kebutuhan prioritas selama masa pandemi Covid-19.

"Kemendikbudristek memiliki berbagai pilihan dalam upaya pemulihan pembelajaran yakni dengan mendorong partisipasi peserta didik dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka 100 persen yang aman dengan mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan SKB 4 menteri yang sudah diterbitkan," tandasnya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Sri Purwaningsih, mendorong para kepala daerah untuk bersinergi dan mendukung kementerian dalam melaksanakan pembelajaran dan pendidikan yang aman di masa pandemi Covid-19. Sehingga pemenuhan layanan pendidikan bagi semua warga negara terutama bagi anak usia PAUD di daerah pelosok dapat tercapai.

Sementara itu, Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Erna Mulati, menyampaikan dalam masa pemulihan pendidikan pascapandemi Covid-19, pihaknya terus mengupayakan optimalisasi peran tenaga kesehatan, keluarga, guru, dan masyarakat.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Pajak Kendaraan di Banten Dapat Diskon hingga 40 Persen, Berlaku Mulai 18 Agustus 2026

Kemenpar Berupaya Tingkatkan Pasar Wisata Premium Dalam Negeri

Aksi Mahasiswa Hari Ini, Polda Metro Jaya Siapkan 9.242 Personel Tanpa Senjata Api

Presiden Prabowo Kirim Surpres ke DPR Soal Calon Kepala Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Es Pala Khas Bogor Jadi Kuliner Primadona saat Jamuan Rakyat di Istana Kepresidenan Bogor

Dukung Ekonomi Daerah, Apartemen Maggot di Dago Giri, Bandung Barat Olah Sampah Organik

Demo udara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Jakarta

50 Bus Terbakar di Pangkalan PO Sinarjaya, Damkar Bekasi Kerahkan Sembilan Armada

Ribuan Warga Bogor Ikuti Jamuan Rakyat di Istana Kepresidenan Bogor

Tak Lagi Jadi Penonton, IKM Kini Masuk Rantai Pasok Motor Listrik Nasional

Kerusakan bangunan akibat gempa di Manggarai

Sidang Kasus Tupac Shakur Akhirnya Digelar, Terdakwa Berniat Balas Dendam

Telkomsat Optimalkan Penyediaan Konektivitas Berbasis Satelit di 17 Titik Terdampak Gempa NTT

Arah Pembangunan Perlu Dikoreksi, Hukum Harus Jaga Ekonomi Kerakyatan

Terima 46.000 Ton Beras dari Stok Nasional, Perum Bulog Sumut Siap Penuhi Kebutuhan Masyarakat

Pastikan Keselamatan Wisatawan, Sebagian Objek Wisata Utama di NTT Ditutup Sementara Pascagempa

Sebagian Daerah Masuk Masa Panen, Serapan Gabah Perum Bulog Sumut Naik

Berikan Rasa Aman, TNI-Polri Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas Banjarmasin

Ada 70 Posko Pengungsian, NTT Prioritaskan Logistik bagi Kelompok Rentan

Kirab Merah Putih HUT Kemerdekaan ke-81 RI

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.