Aksi Mahasiswa Hari Ini, Polda Metro Jaya Siapkan 9.242 Personel Tanpa Senjata Api

Selasa, 18 Agu 2026, 14:12 WIB

Jakarta - Polda Metro Jaya menyiapkan 9.242 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa sejumlah elemen mahasiswa di beberapa titik di Jakarta, Selasa (18/8).

Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Metro Jaya Kombes Pol. Laode Aries menegaskan pengamanan aksi mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Seluruh personel juga dilarang membawa maupun menggunakan senjata api dalam bentuk apa pun selama bertugas.

Ket. Foto: Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Metro Jaya Kombes Pol. Laode Aries memimpin apel pengamanan di Lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (18/8). — Sumber: Antara

"Pengamanan unjuk rasa harus berjalan aman, tertib, dan tidak boleh menimbulkan kerusuhan maupun kerusakan fasilitas umum. Kendalikan diri, laksanakan tugas dengan humanis, sabar, dan terukur, serta jadikan penegakan hukum sebagai langkah terakhir (ultimum remedium)," kata Laode saat memberikan arahan apel pengamanan di Jakarta, Selasa.

Laode menginstruksikan personel Provos melakukan pemeriksaan ketat terhadap kelengkapan peralatan anggota. Ia memastikan tidak ada petugas, termasuk personel Satgas Intelijen dan Satgas Penegakan Hukum (Gakkum), yang membawa senjata api di lapangan.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan satu komando dalam setiap pergerakan pasukan Penanggulangan Huru-Hara (PHH), termasuk dalam skenario penguraian massa.

"Semua tindakan di lapangan harus satu komando, tidak boleh ada inisiatif sendiri tanpa instruksi. Pergerakan pasukan PHH maupun penggunaan gas air mata hanya boleh dilakukan atas perintah Kapolda langsung," ujarnya.

Dalam pelaksanaan tugas, personel Reskrim diminta bergerak dalam kelompok untuk mengantisipasi dan mengamankan pihak yang kedapatan membawa benda berbahaya. Sinergi dan komunikasi berjenjang dengan unsur TNI juga terus diperkuat guna menjaga soliditas pengamanan.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold EP Hutagalung mengatakan sebanyak 6.962 personel dikerahkan untuk mengawal aksi mahasiswa di sekitar Bundaran HI dan Patung Arjuna Wiwaha, kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat.

Reynold meminta seluruh personel menjalankan tugas secara humanis, sabar, terukur, dan tidak mudah terpancing oleh situasi di lapangan.

“Saya titip kepada seluruh personel, adik-adik mahasiswa adalah keluarga kita. Mereka bukan lawan, melainkan warga masyarakat yang harus kita layani, kita jaga, dan kita amankan dengan sebaik-baiknya,” kata Reynold.

Ia menegaskan seluruh tindakan petugas harus sesuai prosedur dan berada dalam satu komando. Personel juga diminta tidak bergerak sendiri serta mengedepankan komunikasi persuasif ketika menghadapi dinamika massa.

Reynold memastikan tidak ada anggota yang membawa atau menggunakan senjata api dalam pengamanan aksi tersebut.

Di sisi lain, ia mengingatkan peserta unjuk rasa untuk mewaspadai kemungkinan adanya kelompok lain yang berupaya masuk dan memanfaatkan aksi untuk mengganggu ketertiban.

“Jangan sampai ada kelompok-kelompok lain yang mencoba masuk, memprovokasi, atau menunggangi aksi penyampaian pendapat yang dilindungi undang-undang ini,” ujarnya.

Seruan BEM UI

Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) berencana menggelar aksi bertajuk Seruan Aksi Merebut Kemerdekaan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, sehari setelah peringatan HUT Ke-81 RI. Rencana aksi tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi BEM UI.

Terkait lokasi aksi, Reynold mengatakan Bundaran HI bukan merupakan tempat yang diperuntukkan bagi penyampaian aspirasi karena terdapat aktivitas perekonomian dan kegiatan masyarakat lainnya.

Untuk mengantisipasi dampak terhadap lalu lintas, personel Ditlantas Polda Metro Jaya dan Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat telah ditempatkan di sejumlah titik, termasuk Bundaran HI dan Patung Kuda.

Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Kami menyampaikan kepada masyarakat agar tetap beraktivitas seperti biasa. Untuk arus lalu lintas, petugas akan melakukan pengaturan di lapangan,” kata Reynold.

Dalam pengarahan pengamanan, sejumlah personel juga tampak mengenakan pita hitam di lengan. Laode menjelaskan pita tersebut merupakan bentuk empati dan duka cita atas bencana gempa bumi yang menimpa masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatra Utara, dan Sulawesi.

“Polda Metro Jaya adalah etalase Indonesia. Ketika Jakarta aman dan pelayanan Polri humanis, ini akan menjadi contoh bagi seluruh Republik Indonesia. Mari kita tunjukkan profesionalisme dan marwah institusi demi keselamatan warga,” tutur Laode.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Kurang Persiapan, Pendaki Korban Hipotermia di Gunung Bawakaraeng Menjadi 31 Orang

Harga Gabah Tembus Rp7.600 per Kg, Petani Sumedang Panen Untung Berlipat

NTB Bangun Rumah Sakit Lapangan untuk Korban Gempa di Manggarai Timur

Pemkot Bandung Siapkan Teknologi Baru Pengolahan Sampah

Pemerintah Kota Bandung Siapkan Bantuan bagi Korban Gempa di NTT melalui Baznas

Mentan Amran Copot 14 Pejabat Kementan, Diduga Terlibat Penyimpangan Uang Miliaran Rupiah

Pendaki dievakuasi dari Gunung Bawakareng bertambah menjadi 26 orang

UI Kembangkan AI untuk Deteksi Jalan Rusak, Cek Kerusakan Lebih Cepat dan Akurat

Wali Kota Ajak Warga Tangerang Manfaatkan Keringanan Pajak Bermotor

Gempa Bumi M6,1 Mengguncang Nias Selatan, BMKG: Dampak Aktivitas Subduksi

Bandara Husein Sastranegara Bandung Layani 10 Penerbangan saat “Long Weekend” Lalu

16 Pendaki Dievakuasi Akibat Kena Hipotermia di Gunung Bawakaraeng

Pajak Kendaraan di Banten Dapat Diskon hingga 40 Persen, Berlaku Mulai 18 Agustus 2026

Kemenpar Berupaya Tingkatkan Pasar Wisata Premium Dalam Negeri

Aksi Mahasiswa Hari Ini, Polda Metro Jaya Siapkan 9.242 Personel Tanpa Senjata Api

Presiden Prabowo Kirim Surpres ke DPR Soal Calon Kepala Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Es Pala Khas Bogor Jadi Kuliner Primadona saat Jamuan Rakyat di Istana Kepresidenan Bogor

Dukung Ekonomi Daerah, Apartemen Maggot di Dago Giri, Bandung Barat Olah Sampah Organik

Demo udara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Jakarta

50 Bus Terbakar di Pangkalan PO Sinarjaya, Damkar Bekasi Kerahkan Sembilan Armada

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.