Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Krisis Pangan di Sejumlah Wilayah Semakin Nyata

📅 Senin, 30 Mei 2022, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Krisis Pangan di Sejumlah Wilayah Semakin Nyata Doc: ISTIMEWA
Ket. VOLODYMYR ZELENSKY Presiden Ukraina - Pertempuran ini membawa krisis negara kami, Ukraina, negara yang mengekspor puluhan juta ton gandum setiap tahun.

JAKARTA - Krisis pangan di sejumlah wilayah akan semakin nyata. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengingatkan dunia bahwa krisis pangan akan semakin nyata karena pasokan gandum Ukraina tertahan blokade yang dilancarkan Russia.

"Pertempuran ini membawa krisis negara kami, Ukraina, negara yang mengekspor puluhan juta ton gandum setiap tahun. Karena adanya peperangan ini dan Russia telah memotong akses di Laut Hitam dan menduduki bagian dari wilayah kami menyebabkan rute perdagangan tradisional terblokir," katanya dalam sebuah kegiatan yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), pada akhir pekan lalu, seperti dirilis Kedubes Ukraina di Jakarta.

Disebutkan bahwa hingga Maret 2022, 300 lebih kapal telah dilarang meninggalkan Laut Hitam oleh pasukan Russia. Padahal, kapal-kapal berbendera asing tersebut mengangkut panen gandum Ukraina yang dalam setahun mampu menghasilkan sekitar 20 hingga 25 juta ton gandum.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Dino Patti Djalal, yang bertindak selaku tuan rumah pada kegiatan yang dihadiri Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, mengatakan Ukraina adalah salah satu negara pemasok gandum dan jagung bagi dunia. Sedikitnya Ukraina menyumbang 12 persen dari total ekspor gandum dunia, sementara dalam hal pasokan jagung, Ukraina menyumbangkan 16 persen ekspor jagung dunia.

Sebelumnya, negara-negara anggota G7 yang terdiri dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat memperingatkan jika perang di Ukraina telah memicu krisis pangan dan energi global yang mengancam negara-negara miskin.

Pertemuan para diplomat G7 di Jerman pada pertengahan bulan ini menyatakan bahwa agresi sepihak Russia terhadap Ukraina telah menjadi krisis global. Sedikitnya 50 juta orang, khususnya di Afrika dan Timur Tengah, akan menghadapi kelaparan dalam beberapa bulan mendatang.

Menderita Kelaparan

Lebih lanjut dikatakan, krisis pangan tersebut makin parah karena India juga memutuskan menahan ekspor gandum mereka untuk menjaga kebutuhan dalam negeri.

Dampak krisis gandum tidak saja menimpa negara-negara Afrika dan Timur Tengah, mengutip Badan Pusat Statistik (BPS) hingga tahun lalu, Indonesia mengimpor sedikitnya 2,8 juta ton gandum senilai 843,6 juta dollar AS. Perang berkepanjangan di Ukraina akan memberikan dampak langsung bagi harga komoditas tersebut.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan krisis di Ukraina yang berkepanjangan akan membuat lebih banyak lagi orang menderita karena kelaparan. Hal itu memprihatinkan karena bisa menimbulkan kekacauan politik dan kehancuran kehidupan sosial

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Cegah Banjir, Pemkot Jayapu...
Olahraga
Joshua Zirkzee Jadi Penentu...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.