Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lihat Harga Minyak Goreng, UMKM Kuliner di Yogya Menjerit: Semua Butuh Minyak Goreng kecuali Sayur Lodeh

📅 Kamis, 17 Mar 2022, 16:13 WIB | Oleh:
Lihat Harga Minyak Goreng, UMKM Kuliner di Yogya Menjerit: Semua Butuh Minyak Goreng kecuali Sayur Lodeh Doc: Foto : Koran Jakarta/M Fachri
Ket. Jurnalis memotret Gudang pengemasan yang dipasangi garis polisi di jalan Pasir Putih, Sawangan, Depok, Rabu (16/3). Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan, gudang tersebut diduga melakukan penyelewengan pendistribusian minyak goreng dengan cara mengemas ulang dengan kemasan merek tertentu.

YOGYAKARTA - Sejumlah pelaku usaha UMKM kuliner di Yogyakarta menjerit dengan kenaikan harga minyak goreng yang terjadi pada hari ini, Kamis (17/3).

"2 hari yang lalu masih dapat harga Rp 36-38 ribu per 2 liter. Artinya seliter Rp 18-19 ribu. Nah hari ini tiba-tiba jadi Rp 22-24 ribu per liter. Kalau sudah di atas 20 ribu, kita mana kuat jualan," demikian kata Fera Indrayani, pemilik usaha katering Kencana Boga yang berada di Pakuncen, Kota Yogya, Kamis (17/3) siang.

Fera mengatakan semua produk makanannya membutuhkan minyak goreng sebagai bahan baku utama. Tak hanya untuk membuat gorengan seperti tahu, tempe, telur, dan ayam, untuk menumis pun pakai minyak goreng bahkan untuk masak sayur ndeso seperti sayur gori, sayur tempe, membutuhkan minyak goreng.

"Yang nggak butuh minyak goreng cuma lodeh. Sehari saya pakai sampai 8 liter. Kalau jadi Rp 24 ribu, naiknya Rp 7 ribu per liter dari 2 hari yang lalu. Rp 7 ribu x 8, sudah Rp 56 ribu. Laba sehari berapa? Sudah kepotong segitu," papar Fera.

Hal yang sama diungkapkan oleh Lilik Siswanto yang menjual nasi srundeng ayam dan bumbu madura di Jalan Kaliurang, yang membutuhkan minyak goreng sebagai salah satu bahan utama. Dalam sehari Lilik membutuhkan 24 liter minyak goreng.

"Kalau di atas Rp 20 ribu per liter seperti saat ini, ya gulung tikar. Rp 20 ribu saja itu kita sudah laba mepet. Kita laba kalau minyak harga Rp 14 ribu saat normal dulu itu. Sekarang ini kita asal bisa kasih makan karyawan saja. Tapi kalau jadi Rp 24-25 ribu, wah gulung tikar," kata Lilik.

Lilik beralasan untuk menaikkan harga Rp 1000 saja di Yogya itu susah sekali. Konsumen di Yogya sangat sensitif terhadap kenaikan harga.

Sementara, Nanditoe, seorang pengecer minyak goreng di Sleman mengatakan mulai hari ini stok minyak goreng mulai berlimpah meski harga naik tinggi. Bagi pengecer yang penting ada barang. Sebab, sebelum-sebelumnya dia harus ngantri di tempat agen untuk bisa dapat stok minyak goreng.

"Dalam jangka pendek memang yang penting stok. Tapi kalau stok ada harga tinggi nanti kan permintaan akan turun. Nah ini akan bagaimana? Ekonomi bawah jelas terancam," kata Nanditoe.

Nanditoe berharap bisa ikut menjual minyak goreng curah subsidi yang ia lihat pada hari ini pun mulai tersedia di pasar tradisional meski stok masih terbatas.

"Kalau minyak goreng curah bersubsidi hari ini mulai ada Rp 14 ribu per liter. Kita berharap pengecer pun bisa dapat stok ini ya," katanya.

Namun Nanditoe juga berharap pemerintah tegas menindak para pengusaha yang mengemas ulang minyak goreng curah bersubsidi menjadi minyak goreng kemasan dan dijual hingga Rp 18-19 ribu.

"Sekarang banyak muncul merek-merek nggak jelas. Saya nggak bisa sebutkan. Pertanyaannya itu migor curah yang dikemasin atau migor apa? Kita sebagai pengecer bingung juga," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Rona
Susu Formula Makin Diminati...

Janice Langsung Gugur di Babak Pertama Japan Open

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Janice Langsung Gugur di Ba...

Kemenbud akan Pugar Candi Muara Takus

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Kemenbud akan Pugar Candi M...

Ponsel Vivo V80 Lite 5G Segera Hadir di Indonesia

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Ponsel Vivo V80 Lite 5G Seg...
Advertisement
KADIN Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Jadi Modal Hadapi Kondisi Global

KADIN Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Jadi Modal Hadapi Kondisi Global

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.