Melafind, Pendeteksi Kanker Kulit Dalam 1 Menit
Sabtu, 13 Nov 2021, 09:00 WIBKanker merupakan penyakit membahayakan yang mampu mengancam nyawa seseorang. Salah satu kanker yang paling berbahaya adalah kanker kulit.
Saat ini terdapat terobosan teknologi terbaru di bidang medis untuk kanker kulit yaitu scanner kanker kulit dengan gelombang elektromagnetik. Penemuan terbaru ini dibuat pertama kali oleh Mela Find.
Fungsi dari teknologi canggih ini ialah sebagai detektor yaitu untuk mengetahui jenis kanker pada kulit khususnya melanoma. Dengan begitu, pasien dapat mengetahui apakah penyakit kulit yang diidapnya berbahaya atau tidak.
Alat ini memakai teknologi fotografi dengan jenis gelombang elektromagnetik sangat panjang untuk melakukan scanner. Setelah itu, data yang berhasil diambil akan dicocokkan menggunakan database melanoma yang sudah dikumpulkan dan sudah ada sebelumnya.
Scanner kanker kulit yang berbasis gelombang elektromagnetik ini terus dikembangkan untuk memperoleh teknologi scanner ini sebaik-baiknya. Melafind ini memanfaatkan teknologi fotografi dengan berbagai jenis panjang gelombang elektromagnetik.
Hanya dalam waktu 1 menit, melafind scanner ternyata sudah bisa memberikan analisa hasil untuk para pasien. Tidak hanya itu saja, alat ini ternyata juga mampu menghitung bagaimanakah kemungkinan tumor bisa berkembang. Untuk melakukan deteksi dan mendapatkan pengobatan lebih dini, maka bisa memanfaatkan alat melafind scanner.
Teknologi ini berfungsi sebagai detektor yang mampu membedakan tahi lalat yang tidak berbahaya (tahi lalat yang ada sejak lahir atau gen) dengan tahi lalat yang terindikasi sebagai kanker kulit yang berbahaya (Melanoma) dengan tingkat akurasi 98%. Dengan penggunaan MelaFind ini dapat memangkas jumlah tindakan biopsi yang tidak diperlukan hingga 90%.
Awalnya teknologi Melafind digunakan oleh departemen pertahanan untuk memindai serta meneliti permukaan besi mencurigakan dengan sepuluh panjang gelombang elektromagnetik.
Dalam awal penggunaannya Melafind menggunakan teknologi navigasi rudal. Namun setelah mendapatkan berbagai kritikan alat ini dialihkan untuk bidang kesehatan yang juga memiliki fungsi yang jauh lebih baik pada bidang tersebut.
Cara kerja alat ini ialah dengan memanfaatkan teknologi fotografi serta menggunakan gelombang elektromagnet sebagai alat untuk mengindikasi penyakit tersebut. Kemudian data yang sudah didapatkan tersebut dicocokan dengan sekumpulan data atau database melanoma yang telah dikumpulkan sebelumnya pada alat ini. Perangkat ini kemudian menganalisa bagaimana cahaya memantul kembali, lalu memproses dan mendeteksi bahwa kanker mungkin berkembang di tempat tersebut.
rangkat ini kemudian akan melakukan analisa bagaimana cahaya akan memantul kembali.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Sindi B Natalia Panjaitan
Berita Terkait:
-
Tanker Jepang Sukses Lewati Selat Hormuz Bebas Tarif Tol
-
Perpusnas Dapat Hibah Ratusan Buku Berbahasa Korea dari KCCI dan Kedubes Korea Selatan
-
Green Financing Dibuka! Proyek Hijau RI Kini Gampang Dapat Modal, ESG-IN Gandeng IDCTA
-
Daftar 11 Pejabat Pemprov DKI Jakarta yang Baru Dilantik Gubernur Pramono
-
Bupati Karawang Lepas Keberangkatan Jamaah Calon Haji Kloter 4
-
Festival Gamelan Paroki Petrus dan Paulus Babadan, Memuji Allah sekaligus Memetri Budaya Adiluhung
-
Kenali Gejala Kanker Tiroid, Benjolan di Leher Bisa Jadi Tanda Awal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.