Vaksinasi Lansia Dikebut Jelang Natal dan Tahun Baru

Selasa, 12 Okt 2021, 00:01 WIB

JAKARTA - Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan, yang juga Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi mengatakan vaksinasi Covid-19 untuk warga lanjut usia atau lansia akan dikebut sebagai langkah antisipasi menjelang Natal dan Tahun Baru 2022.

Luhut menuturkan langkah itu dilakukan lantaran biasanya ada peningkatan kasus Covid-19 setelah acara keagamaan dan libur panjang. "Untuk mengantisipasi Natal dan Tahun Baru, tingkat vaksinasi lansia perlu terus dikejar, terutama pada wilayah-wilayah aglomerasi dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi," katanya dalam konferensi pers daring di Jakarta, Senin (11/10).

Ket. Foto: — Sumber: Sumber: Covid19.go.id

Menurut dia, vaksinasi perlu dikejar agar ketika terjadi gelombang penularan Covid-19, angka kematian serta perawatan di rumah sakit bisa ditekan. Langkah itu sejalan dengan arahan Presiden Jokowi dalam rapat terbatas (ratas) pada Senin (11/10) terkait strategi persiapan Natal dan Tahun Baru.

Presiden, tutur Luhut, kembali mengingatkan jajarannya agar tak lepas kendali di tengah melandainya kasus Covid-19. Dalam sepekan terakhir tercatat kasus konfirmasi harian nasional turun hingga 98,4 persen. Begitu pula kasus konfirmasi harian di Jawa-Bali yang turun hingga 98,9 persen dari posisi puncak pada 15 Juli 2021.

Bahkan, per Minggu (10/10), tercatat angka tambahan kasus kematian akibat Covid-19 hanya 39 orang. "Pertahankan kasus serendah mungkin dalam waktu yang lama dan harus secara konsisten," ujar Luhut.

Evaluasi Mingguan

Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) itu mengatakan berdasarkan evaluasi mingguan, syarat minimum cakupan vaksinasi lansia untuk penurunan level PPKM dari 3 ke 2 dan Level 2 ke 1 yang diberlakukan sejak 13 September 2021 telah mampu mendongkrak kecepatan vaksinasi lansia di Jawa-Bali secara signifikan.

Saat ini, katanya, tingkat vaksinasi dosis satu untuk Jawa dan Bali sudah mencapai 40 persen per 10 Oktober 2021, naik 8 persen sejak 13 September 2021, atau saat syarat vaksinasi mulai ditetapkan.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengatakan Indonesia berada di posisi kelima, negara di dunia yang sudah mendapatkan akses vaksinasi Covid-19 bagi lebih dari 100 juta penduduk. Sekarang sudah 163 juta suntikan vaksin untuk warganya.

"Sekarang sudah 163 juta suntikan diberikan. Lebih dari 100 juta rakyat mendapatkan suntikan pertama dan sudah lebih 50 juta yang mendapatkan lengkap dua kali suntik," kata Menkes.

Menkes mengatakan kondisi tersebut memosisikan Indonesia menjadi negara kelima di dunia yang sudah melebihi 100 juta orang warganya yang disuntik vaksin.

Lebih lanjut, dia mengatakan laju suntikan vaksin sudah menembus angka dua juta per hari yang tercatat pada 23 dan 25 September lalu, diharapkan seterusnya bisa melewati dua juta dosis per hari.

Hingga saat ini, jumlah vaksin yang sudah diterima pemerintah Indonesia sebanyak 226 juta dosis dan yang sudah didistribusikan ke daerah mencapai 205 juta dosis.

Selain itu, sebanyak lima juta dosis dalam perjalanan dan yang sudah disuntikkan 160 juta dosis.

"Sehingga, dalam waktu dua tiga hari ke depan masih ada stok 53 juta dosis di 34 provinsi yang seharusnya cukup untuk kita kejar suntikannya," kata Menkes.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Agus Supriyatna, Antara, Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.