Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri Sosial Cek Kisruh Bantuan

📅 Senin, 30 Agu 2021, 07:00 WIB | Oleh:
Menteri Sosial Cek  Kisruh Bantuan Doc: ANTARA/Biro Pers Setpres/Rusman
Ket. Menteri Sosial Tri Rismaharini

LUMAJANG - Menteri Sosial Tri Rismaharini mengecek berbagai masalah bantuan sosial (bansos) dengan mengunjungi Desa Sawaran Kulon, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (28/8) malam. "Nanti akan saya cross check dengan data karena bantuan itu sangat riskan," kata Risma di Lumajang, Minggu (29/8).

Kunjungan mantan Wali Kota Surabaya itu guna memastikan secara langsung ke masyarakat terkait banyaknya polemik dalam penerimaan bansos untuk para penerima manfaat yang ramai beberapa waktu lalu. Risma berdialog dengan masyarakat, usai mendapat laporan, terdapat banyak permasalahan terkait bantuan pemerintah. Antara lain melalui program keluarga harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) .

"Saya juga menerima pengaduan dari masyarakat terkait tidak stabilnya pencairan bansos lewat rekening selama Tahun 2020. Saya minta semua pengurus PKH mendata setiap dokumen baik PKH, BPNT/BSDmaupun bansos," tuturnya.

Ia menyatakan, tidak ingin ada kesalahan dalam mengambil keputusan. Maka data tersebut dinilainya sangat penting. Selain itu, bank penyalur bantuan (BNI) diminta mengecek data pencairan bantuan. "Bantuan bermacam-macam. Ada yang terima PKH dan BPNT. Ada yang terima PKH saja. Ada yang terima BPNT saja, sehingga harus di-cross check dengan benar," katanya.

Terkait dengan permasalahan di Desa Sawaran Kulon, Mensos menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib untuk menyelidiki kebenaran permasalahan yang terjadi saat itu. "Apabila terdapat kesalahan atau penyelewengan dalam pencairan bantuan, diharapkan nantinya segera diproses hukum," ujarnya.

Terbuka

Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq memerintahkan kepada seluruh desa di kabupaten setempat agar menyampaikan data secara terbuka dan dipasang di kantor desa setempat. Hal ini terutama terkait penerima bantuan-bantuan sosial di setiap balai desa dengan nominal dan penjelasan.

"Tujuannya agar bansos tersebut transparan dan terbuka, sehingga nantinya tidak ada lagi penyelewengan dana bantuan sosial," katanya. Ia juga minta pendamping PKH dan BPNT untuk memfasilitasi terkait data tersebut agar bisa dipampang di balai desa. Sekaligus yang berkenaan dengan masalah hukum bisa diproses.

"Saya minta Kapolres Lumajang untuk memastikan agar semuanya diproses sesuai dengan mekanisme. Mereka yang salah harus bertanggung jawab," katanya. Sebelumnya, warga Desa Sawaran Kulon mengeluhkan biaya pemotongan dana bansos dari program PKH maupun BPNT.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Daerah
Bantuan alsintan modern unt...

Penumpukan sampah di Kabupaten Gowa

19 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Penumpukan sampah di Kabupa...
Luar Negeri
Mesir Gandeng Teknologi Tio...
Luar Negeri
Lansia Kuasai Populasi Jepa...
Advertisement
Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.