Muhammadiyah Gelontorkan Rp 1 Triliun dan 75.000 Relawan untuk Atasi Covid-19 tapi Merasa Masih Kurang Berbuat

Selasa, 03 Agu 2021, 10:41 WIB

YOGYAKARTA - Kendati Muhammadiyah telah bekerja luar biasa melawan pandemi dan diapresiasi berbagai pihak, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti memandang bahwa Muhammadiyah masih kurang berbuat.

"Alhamdulillah Muhammadiyah sejak pandemi Covid-19 ini menurut laporan yang telah kami terima sudah melibatkan lebih dari 83 rumah sakit dari sekitar 116 Rumah Sakit Muhammadiyah yang cukup kuat," tutur Mu'ti dikutip dari rilis pers PP Muhammadiyah, Selasa (3/8).

Ket. Foto: Pemakaman lintas iman oleh relawan Muhammadiyah. — Sumber: Istimewa

"Itu belum (termasuk) pelayanan melalui klinik-klinik Muhammadiyah dan juga melibatkan lebih dari 75.000 relawan baik dari tenaga kesehatan maupun relawan kemanusiaan dan relawan-relawan lain terutama yang berkaitan dengan layanan-layanan sosial dan layanan-layanan keagamaan," imbuhnya.

"Dan dari sudut dana, kami mendapat laporan sudah lebih dari 1 triliun rupiah dana yang didistribusikan Muhammadiyah untuk membantu masyarakat dari semua kalangan selama pandemi Covid-19 ini," paparnya.

Meskipun telah bekerja maksimal, Abdul Mu'ti merasa Muhammadiyah belum mencapai apa yang diajarkan oleh Kiai Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Perasaan itulah yang membuat Muhammadiyah beserta seluruh anggotanya tidak berhenti untuk terus memberikan khidmat dan amal bakti kepada umat, bangsa, dan kemanusiaan.

"Kita tentu merasa masih kurang dengan apa yang telah kami lakukan ini. Tapi kami tidak ingin bahwa persoalan Covid-19 ini akan terus berlanjut dan kemudian kita tidak segera bangkit dan kemudian kita (berharap) bisa beraktivitas sebagaimana biasa," tutupnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.