Cegah Rabies, Puluhan Anjing Semi Liar di Mataram Jadi Sasaran Vaksinasi.

Kamis, 27 Agu 2026, 14:49 WIB

Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan vaksinasi terhadap puluhan anjing semi liar sebagai upaya pencegahan penularan penyakit rabies dari hewan ke manusia.

"Sampai hari ini, kami sudah berhasil melakukan vaksinasi terhadap 87 ekor anjing semi liar di tiga kelurahan di Kota Mataram," kata Kepala Bidang Peternakan Distan Kota Mataram Lalu Hapiludin di Mataram, Kamis.

Ket. Foto: Kegiatan vaksinasi anjing semi liar yang dilaksanakan Dinas Pertanian Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Kelurahan Cilinaya, Rabu (26/8). — Sumber: Antara Foto

Vaksinasi terhadap 87 ekor anjing semi liar itu, dilaksanakan mulai Rabu (25/8), tersebar di tiga kelurahan, yakni 32 ekor di Kelurahan Mataram Barat, 24 ekor di Kelurahan Karang Taliwang, dan 31 ekor di Kelurahan Cilinaya.

Kegiatan akan dilanjutkan pada Selasa (1/9) di Kelurahan Cakra Timur, sedangkan untuk Jumat (28/8) dan Senin (31/8), vaksinasi ditiadakan karena tim fokus menyiapkan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-33 Kota Mataram pada 31 Agustus 2026.

Dalam pelaksanaan program vaksinasi anjing semi liar tersebut, pihaknya melibatkan sekitar 12 petugas terdiri atas dokter hewan, para medis, dan petugas lapangan.

"Untuk dosis vaksin, sudah kami siapkan sesuai kebutuhan dan sejauh ini kami belum ada kendala termasuk penolakan. Sebaliknya, kami dapat dukungan dari warga," katanya.

Layanan vaksinasi rabies itu, diberikan gratis dengan menyasar sejumlah lokasi kelurahan di Kota Mataram yang dinilai memiliki populasi anjing semi liar tinggi dibandingkan kelurahan lain.

Hewan atau anjing semi liar yang menjadi sasaran vaksinasi, katanya, biasanya mempunyai pemilik tetapi dilepas di halaman atau lingkungan rumah untuk menjaga rumah, lalu keluar dan balik lagi. Anjing-anjing jenis itulah yang rentan dan suka menggigit dan berisiko penyebaran rabies.

"Berbeda dengan hewan kesayangan biasanya sudah dirawat dan diperhatikan dengan baik oleh pemiliknya sehingga risikonya relatif kecil," katanya.

Menurutnya, selama dua hari kegiatan vaksinasi anjing semi liar di lapangan berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari warga setempat.

​"Masyarakat sangat antusias dan mendukung kegiatan ini. Mereka bahkan aktif membantu petugas di lapangan, mulai dari menangkap hingga memegang anjing peliharaan mereka saat proses vaksinasi," katanya.

Layanan vaksinasi anjing semi liar yang dilaksanakan saat ini tahap pertama, dengan target sasaran 100 ekor pada empat kelurahan.

Namun target sasaran kemungkinan bisa terlampaui, karena pada tiga kelurahan yang sudah dilaksanakan sasaran sudah mencapai 87 ekor. Hal itu, belum termasuk untuk kegiatan di Kelurahan Cakra Timur yang dijadwalkan pada Selasa (1/9).

"Dari kegiatan yang sudah kami laksanakan, tercatat memenuhi target sasaran bahkan melampaui target yang ditetapkan satu kelurahan 25 ekor," katanya.

Terkait dengan kasus gigitan anjing selama Januari-Juli 2026, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan.

"Semoga tidak pernah ada, dan sejauh ini Kota Mataram masih nol kasus rabies. Namun harus tetap diantisipasi." 

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.