Kemdiktisaintek Siapkan Sistem untuk Cetak Ilmuwan aPeraih Nobel Prize
Kamis, 27 Agu 2026, 14:33 WIBJAKARTA -- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tengah merancang dan memperkuat sistem pembinaan ekosistem penelitian guna mencetak talenta-talenta periset unggul yang diakui dunia internasional, hingga kelak mampu meraih penghargaan Nobel.
Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Heri Kuswanto, mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah yang sangat besar terkait jumlah ilmuwan yang diakui secara global.
"Jadi data tahun 2024 hanya ada sekitar 57 dari 283,5 juta penduduk di Indonesia yang masuk di top 2 persen peneliti, top scientist di Indonesia. Ini kalau kita lihat sangat jauh dari beberapa negara tetangga," papar Heri dalam acara Peluncuran Young Researcher Award (YRA) 2026 di Jakarta, Kamis.
Menyikapi ketertinggalan tersebut, Heri menegaskan bahwa talenta-talenta peneliti muda tidak bisa hanya dibiarkan tumbuh sendirinya tanpa intervensi.
Oleh karena itu, Kemdiktisaintek membangun sistem pembinaan yang sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2024 tentang Desain Besar Manajemen Talenta Nasional (MTN).
"Di situ ada pra-pembibitan, kemudian ada pembibitan, kemudian pengembangan talenta potensial dan penguatan talenta unggul. Jadi semua milestone kita coba kerjakan di situ," ujarnya.
Dalam upaya membentuk ekosistem yang kondusif, Kemdiktisaintek memfokuskan program pada fasilitasi publikasi ilmiah, mengingat publikasi memiliki bobot terbesar dalam pemeringkatan internasional, serta penyediaan insentif riset.
Heri menilai penyelenggaraan YRA 2026 oleh Perhimpunan Periset Indonesia (PPI) merupakan salah satu wujud nyata pemberian insentif yang diperlukan untuk memotivasi para peneliti muda.
Selain itu, Kemdiktisaintek juga memfasilitasi Science Techno Park (STP) agar hasil penelitian tidak hanya berakhir sebagai tumpukan kertas, melainkan dapat dihilirisasi dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas.
"Jadi apapun yang kita lakukan, baik terkait dengan riset, kemudian aktivitas di pendidikan tinggi, itu semua harus memberikan dampak," ucap Heri Kuswanto.
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
KPK Fokus Usut Hasto, Meski Sudah Tahu Lokasi Harun Masiku
-
Ekonomi Hijau Jadi Umpan Baru RI Gaet Investor Asing? Pemerintah Bidik Selandia Baru
-
Aksi Peduli Sungai Cisadane untuk Memperingati Hari Sungai Nasional 2026
-
James Watson, Penemu Struktur DNA yang Memicu Revolusi Bidang Kedokteran Meninggal Dunia
-
Hong Kong Catat Kenaikan Kunjungan Wisatawan Hingga 13 Persen pada April 2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.