Modernisasi Jalan Tol Dipacu

Selasa, 03 Agu 2021, 08:16 WIB

JAKARTA - Modernisasi jalan tol untuk meningkatkan pelayanan bagi pengguna terus dipacu. Untuk itu, seluruh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) terus meningkatkan tata kelola sistem layanan jalan tol dengan menjadikan masa pandemi Covid-19 sebagai momentum memperbaiki sistem operasi, termasuk dengan memanfaatkan teknologi menuju modernisasi Sistem Operasi Jalan Tol (Intelligent Tollroad System).

"Saya berkeyakinan masa pandemi ini merupakan momentum untuk memperbaiki tata kelola pelayanan publik dan menyehatkan perusahaan operator jalan tol, seperti yang sudah terjadi pada sistem pelayanan kesehatan yang terus ditingkatkan dengan adanya pandemi," kata Menteri Pekerjaan dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, di Jakarta, Senin (2/8).

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Menurut Menteri Basuki, dengan semakin banyaknya ruas tol yang beroperasi, tantangan yang muncul adalah manajemen lalu lintas jalan tol yang semakin kompleks sehingga pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kinerja operasi jalan tol menjadi kebutuhan. Tercatat hingga akhir tahun 2020, telah dioperasikan 2.346 km jalan tol oleh 40 BUJT, meliputi 60 ruas di seluruh Indonesia.

Menekan Kecelakaan

Tantangan manajemen lalu lintas jalan tol, tambah Basuki, tidak hanya untuk kebutuhan mengelola 1,3 miliar transaksi di tahun 2020 dengan nilai 22 triliun rupiah, tetapi juga termasuk tata kelola pengoperasian lalu lintasnya untuk menekan/ mengurangi fatalitas kecelakaan yang ada. Inilah yang menjadi bagian penting dari the Intelligent Tollroad System yang merupakan bagian dari Intelligent Transportation System.

Pekan lalu, Menteri Basuki menghadiri webinar bertajuk Promoting the Intelligent Toll Road System in Indonesia. Menurut Basuki, Intelligent Toll Road System atau Tollroad 4.0 akan menjadi fitur pengoperasian jalan tol di masa depan, dan akan diawali dengan implementasi sistem transaksi nirsentuh dan teknologi pemantauan kendaraan berat ke depan. Inovasi-inovasi diharapkan bisa terus dilahirkan, tentu saja dengan dukungan dari Intelligent Transport System (ITS) Indonesia.

Ia mengatakan, dalam mendorong modernisasi layanan jalan tol, Kementerian PUPR tidak akan berhenti pada implementasi sistem transaksi nirsentuh/Multi Lane Free Flow (MLFF) yang akan mulai diterapkan pada tahun 2023.

Upaya modernisasi sistem operasi jalan tol juga akan dilakukan dengan pemanfaatan teknologi pengawasan (surveillance) untuk kendaraan-kendaran berdimensi lebih (overdimension), maupun yang bermuatan lebih (overload) untuk meningkatkan kelancaran jalan dan keselamatan serta kenyamanan terutama dalam pemeliharaan jalan.

"Saya ingin menegaskan kembali hasil kesepakatan bersama antara Menteri Perhubungan, Menteri Perindustrian, dan Menteri PUPR pada rapat 24 Februari 2020 silam bahwa kendaraan yang overdimension-overload atau kendaraan ODOL tidak diperbolehkan beroperasi di jalan tol mulai 1 Januari 2023," tegas Basuki.

Basuki pun menginstruksikan seluruh BUJT harus memasang instalasi teknologi Weight in Motion (WIM) dan overdimension detection yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2022. "Sehingga 1 Januari 2023, sudah mulai ada penindakan pelanggar ODOL. Teknologi ini akan terkoneksi dengan sistem penegakan hukum elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang dioperasikan oleh Korlantas Polri," ungkapnya.

Di sisi lain, PT Jasa Marga (Persero) Tbk berhasil menunjukkan kinerja positif pada semester I Tahun 2021. Hal ini tecermin dalam pencapaian Perseroan di mana berhasil mengantongi laba bersih pada semester I tahun 2021 sebesar 855,63 miliar rupiah atau meningkat 709,25 persen dari semester I tahun 2020. BUMN Jalan Tol itu berkomitmen untuk meningkatkan pelayanannya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.