Kisah Sial F-117 Nighthawk di Perang Bosnia, Apa Rahasia Serbia Berhasil Tembak Jatuh Pembom Siluman AS?

Rabu, 22 Jul 2026, 05:07 WIB

BEOGRAD - Selama bertahun-tahun, F-117 Nighthawk dikenal sebagai pembom siluman yang nyaris mustahil dideteksi radar. Namun pada 27 Maret 1999, dunia dikejutkan ketika sebuah F-117 milik Angkatan Udara Amerika Serikat berhasil ditembak jatuh oleh pasukan pertahanan udara Yugoslavia dalam Operasi Allied Force NATO.

Dari berbagai sumber, peristiwa itu menjadi satu-satunya F-117 yang pernah ditembak jatuh dalam pertempuran dan sekaligus mengguncang reputasi teknologi siluman Amerika Serikat. 

Ket. Foto: F-117 Nighthawk AS. Bawah: Serpihan pesawat yang berhasil di jatuhkan di Desa Buđanovci. Insiden ini masih dipelajari oleh banyak akademi militer, bahwa keunggulan teknologi harus diimbangi disiplin operasional dan kemampuan beradaptasi. — Sumber: Istimewa

Di balik keberhasilan tersebut, mantan Komandan Batalyon ke-3 Brigade Rudal Pertahanan Udara ke-250 Yugoslavia, Kolonel Zoltán Dani, mengungkap bahwa kemenangan itu bukan semata-mata karena keberuntungan.

Menurut Dani, pasukannya selama berhari-hari mengamati pola serangan NATO dan menyadari adanya kecenderungan misi yang berulang.

"Hal terpenting adalah menemukan pesawat itu tepat waktu," ujar Dani dalam wawancara dengan N1 Serbia. 

Laporan BBC Serbia menyebut, unit Dani terus mengumpulkan pengamatan terhadap jalur operasi pesawat NATO. Mereka mempelajari kebiasaan serangan udara yang dilakukan berulang kali hingga akhirnya mampu memperkirakan kapan sebuah target bernilai tinggi akan melintas. 

CBS News, mengutip sumber militer Amerika Serikat, juga melaporkan bahwa Pentagon menyimpulkan insiden tersebut bukan sekadar "tembakan keberuntungan". Menurut laporan itu, pertahanan Yugoslavia berhasil membangun gambaran lintasan pesawat menggunakan jaringan radar yang saling mendukung sebelum melakukan penyergapan terhadap F-117. 

Keberhasilan itu sekaligus menunjukkan bahwa teknologi siluman bukan berarti pesawat menjadi benar-benar tidak terlihat.

Stealth dirancang untuk mengurangi kemungkinan terdeteksi radar, bukan membuat pesawat sepenuhnya menghilang dari berbagai metode pengamatan. Bahkan Dani pernah mengatakan bahwa saat itu dirinya dan anak buahnya belum mengetahui bahwa sasaran yang mereka hadapi merupakan pesawat "siluman". Mereka memperlakukannya seperti target udara lainnya. 

Peristiwa tersebut kemudian mendorong evaluasi besar di pihak NATO. Menurut laporan CBS News, setelah F-117 ditembak jatuh, penerbangan pesawat siluman sempat dihentikan sementara hingga dilakukan perubahan pada operasi udara dan penanganan ancaman pertahanan udara Yugoslavia. 

Hingga kini, insiden jatuhnya F-117 di Desa Buđanovci masih dipelajari oleh banyak akademi militer sebagai contoh bahwa keunggulan teknologi tetap harus diimbangi disiplin operasional dan kemampuan beradaptasi, sementara pihak bertahan dapat memanfaatkan analisis terhadap pola operasi lawan untuk mengurangi kesenjangan teknologi. 

  • Perang Bosnia - Serbia

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.