Industri Kuliner Indonesia Didorong Bersaing di Dunia
Rabu, 21 Jul 2021, 17:22 WIBJAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama kementerian/lembaga terkait tengah mempersiapkan program "Indonesia Spice Up The World" yang diharapkan dapat mendorong industri kuliner Tanah Air bersaing di kancah Internasional.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan bahwa Indonesia Spice Up The World merupakan salah satu program utama pemerintah yang melibatkan lintas kementerian/lembaga sebagai salah satu upaya perluasan pemasaran produk bumbu atau pangan olahan dan rempah Indonesia. Selain itu juga menguatkan industri kuliner Indonesia dengan pengembangan restoran Indonesia di luar negeri atau sebagai bagian dari gastrodiplomasi restoran.
"Program ini sudah dirancang dengan baik sejak lama. Ini adalah pilihan, ditunda atau dijalankan dengan adaptasi. Adaptasi ini yang saya ambil sebagai langkah untuk memastikan pemulihan ekonomi kita tidak tertunda. Bahwa kita tidak akan sepenuhnya hadir secara fisik, tapi hybrid. Dan diharapkan akan meningkatkan peluang Indonesia di industri kuliner dunia. Pihaknya mendukung penuh program yang digagas Kemenko Marves tersebut dengan berangkatnya delegasi pendukung ke Amerika Serikat dalam waktu dekat," kata Sandiaga dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/7).
Ia juga menjelaskan, berdasarkan data, nilai ekspor bumbu/rempah olahan dan komoditas/rempah segar Indonesia mengalami tren positif dengan rata-rata pertumbuhan 2,95 persen selama lima tahun terakhir. Pada 2020, nilai ekspor tercatat sebesar 1,02 miliar dollar AS. Target dari "Indonesia Spice Up The World" hingga 2024 mendatang adalah peningkatan nilai ekspor bumbu dan rempah menjadi 2 miliar dollar AS. Selain itu juga hadirnya 4.000 restoran Indonesia di luar negeri.
"Pelaku parekraf kita butuh pasar di luar negeri, mereka harapkan bahwa pandemi ini bisa membuka peluang-peluang rempah Indonesia untuk berkembang. Kita tidak boleh menurunkan semangat dan persiapan agar pelaku ekonomi kreatif, terutama UMKM kita bela. Kita harus hadir dan mereka butuh pasar ini," kata Sandiaga.
Amerika Serikat sendiri dikatakan Sandiaga merupakan pasar yang besar untuk pengembangan pasar rempah dan kuliner khas Indonesia. Sekitar 20-25 persen dari pasar ekspor rempah Indonesia. Jadi peluang besar juga adalah restoran Indonesia di sana. Dalam koordinasi dengan tim Konjen RI di sana, ada sekitar 100 sampai 150 restoran yang dapat berpartisipasi dalam mewujudkan 4.000 restoran Indonesia di luar negeri.
"Kehadiran delegasi Kemenparekraf nantinya sebagai langkah awal dalam program "Indonesia Spice Up The World" dengan melakukan koordinasi bersama KBRI dan KJRI di New York. Melakukan penguatan jejaring melalui pertemuan dengan para penggiat kuliner, importir bumbu, dan pengusaha restoran non Indonesia di New York untuk ikut berperan aktif menyemarakkan program dan mendorong pembukaan restoran baru berbasis kuliner Indonesia di New York," kata Sandiaga.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
KPK Buka Peluang Tersangka Lain dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Hanya 2 Hari, Cara 'Gila' John Herdman Ramu Taktik Timnas Indonesia Demi Hancurkan St Kitts & Nevis
-
Tim Asuhan Frank Lampard, Coventry City Promosi ke Premier League Setelah Penantian 25 Tahun
-
KPK Giring Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Enam Lainnya ke Jakarta Usai Terjaring OTT
-
IHSG Berisiko Tertekan, 2 Maret 2026
-
Tenang! MBG Tak Ganggu Dana Infrastruktur Sekolah, Kata Misbakhun
-
Pemprov Sulbar Terapkan WFH ASN Setiap Jumat, Strategi Hemat BBM di Tengah Dampak Krisis Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.