- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS Tingkatkan Kewaspadaan ...
AS Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Varian Gamma
Kamis, 08 Jul 2021, 00:02 WIBWASHINGTON - Selain gelombang panas bersejarah, wilayah Pacific Northwest dilanda peningkatan kasus Covid-19 yang disebabkan virus varian Alpha, Delta, dan Gamma. Sementara sebagian besar dunia sedang terfokus pada varian Delta atau B.1.617.2, pejabat pemerintah di negara bagian Washington, Amerika Serikat (AS), melaporkan tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap varian Gamma.
Strain Covid-19 dominan di negara bagian Washington tetap Alpha (B.1.1.7), varian yang pertama kali terdeteksi di Inggris. Namun menurut data terbaru yang dirilis oleh Departemen Kesehatan (DOH, Department of Health) negara bagian itu, kasus yang disebabkan oleh Gamma pada pertengahan Juni telah mencapai 16,3 persen, penurunan dari tertinggi 20,6 persen di bulan Mei.
Sedangkan kasus infeksi di negara bagian itu yang disebabkan oleh varian Delta, yang meningkat lebih dari 10 persen dari Mei hingga Juni, sekarang menjadi 17,6 persen, dan kasus varian Alpha terus berkurang secara perlahan.
Meskipun varian Delta telah melampaui kasus Gamma di Washington dalam beberapa minggu terakhir, ahli epidemiologi negara bagian itu, Scott Lindquist, terus mengungkapkan kekhawatirannya tentang dampak merugikan Gamma (P.1). "Varian Delta kami tidak agresif, tidak menyebabkan banyak rawat inap atau kematian seperti yang diperkirakan, tetapi P.1 cenderung menyebabkan lebih banyak rawat inap dan kematian," kata Lindquist dalam taklimat DOH tentang persiapan pembukaan kembali negara bagian itu pada 30 Juni.
Menurut laporan DOH, varian Gamma, pada kenyataannya dikaitkan dengan jumlah rawat inap dan kematian tertinggi dibandingkan dengan kasus Covid-19 lainnya, termasuk Alpha dan Delta.
Vaksin Masih Efektif
Khususnya, Gamma terdeteksi pada 17 persen infeksi penerobosan setelah vaksinasi, menjadikannya yang kedua secara keseluruhan setelah Alpha, dalam penerobosan vaksin.
Terlepas dari data ini, Lindquist meyakinkan bahwa semua vaksin yang dimiliki di negara bagian Washington masih menunjukkan efektivitas untuk varian ini. Karena itu, DOH Washington melanjutkan kampanye vaksinasinya.
"Ini jauh lebih berisiko untuk tidak memvaksinasi negara bagian ini sekarang, daripada kekhawatiran vaksin tidak bekerja melawan varian ini," katanya.
Varian Gamma pertama kali diidentifikasi di antara wisatawan dari Brasil pada awal Januari saat pemeriksaan rutin di bandara di Jepang. Ketika Gamma menjadi strain dominan SARS-CoV-2 di Brasil tidak lama kemudian, baik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) maupun Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC, Centers for Disease Control and Prevention), menetapkan Gamma sebagai varian yang mengkhawatirkan. Sekarang, jenis virus ini telah diidentifikasi setidaknya di 37 negara dan 31 negara bagian AS.
Setelah ibu kota wilayah Amazonas Brasil, Manaus, dilanda gelombang penularan pada musim semi 2020, penelitian tertentu menunjukkan bahwa kota tersebut mungkin telah mencapai kekebalan kelompok. Namun, varian Gamma menyebabkan kebangkitan infeksi SARS-CoV-2 di Manaus pada Januari tahun ini. n SB/Medpagetoday/N-3
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Pemkot Bekasi Lanjutkan Proyek Pedestrian di Jalan Sudirman yang Sempat Mandek
-
Tembus AS! Ekspor Kerapu Sulsel Capai Rp13,7 Miliar Hanya Dalam 6 Bulan
-
Warga Depok Diminta untuk Waspada Penularan Hantavirus
-
Pilih Mapan Dulu Baru Nikah, Ini Tren yang Melanda Pemuda Dunia
-
Hari Ini 60 Negara Mitra Amerika Dikenai Tarif Baru, Termasuk Tiongkok
-
Kejuaraan Jakarta Muaythai Extravaganza 3.0
-
Kronologi Anggota Pasukan Bela Diri Jepang Masuk Tanpa Izin ke Kedubes China
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.