Pria Jangan Terlalu Lama Mengantongi Telepon Genggam di Saku Celana. Kenapa? Berbahaya
Jumat, 28 Agu 2026, 11:00 WIB-
JAKARTA â Mengantongi HP atau telepon genggam di saku celana tidak baik untuk kesuburan pria. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis fertilitas endokrinologi reproduksi Prof. Budi Wiweko menyampaikan beberapa kebiasaan yang bisa mempengaruhi kesuburan pria.
Dalam acara temu media di Jakarta pada Kamis, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp. O.G, Subsp. F.E.R., MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM mengatakan bahwa materi genetik sperma mudah pecah kalau terpapar panas.
Ket. Foto: telepon genggam — Sumber: ist Menurut Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia itu, kebiasaan seperti menaruh telepon genggam di saku celana dalam waktu lama membuat organ reproduksi terekspos gelombang elektromagnetik, yang dapat memicu pecahnya materi genetik sperma.
Pecahnya materi genetik, ia melanjutkan, akan menurunkan kemampuan sperma untuk bergerak secara efektif dan terarah. Kebiasaan lain yang menurut Prof. Budi dapat mempengaruhi kesuburan pria adalah memangku laptop dan menonton televisi selama berjam-jam.
"Menonton televisi 40 jam berturut-turut selama satu minggu itu akan mengganggu, merusak DNA-nya," katanya. "Menyimpan dua handphone di celana bawah, menggunakan Wi-Fi sampai di pangku di paha, itu membahayakan," ia menambahkan.
Dokter lulusan Universitas Indonesia menyampaikan bahwa kebiasaan mandi air panas dan menggunakan sauna juga bisa mempengaruhi kesuburan pria. Prof. Budi mengemukakan bahwa data IVF Center RS Pondok Indah tahun 2020 menunjukkan 22,7 persen penyebab program bayi tabung susah berhasil adalah infertilitas pria.
"Jadi, kalau ada gangguan kesuburan yang harus diperiksa duluan adalah laki-laki ya. Jangan pernah menyentuh wanita, sebelum ada hasil sperma. Jadi, jangan dibalik," katanya.
Prof. Budi juga menekankan pentingnya pasangan yang ingin memiliki anak mempersiapkan diri sebelum menjalani program In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung.
Dia menyarankan pasangan yang hendak menjalani program bayi tabung memperbaiki gaya hidup, mengonsumsi asam folat, serta menjalani profilaksis minimal 60 hari sebelum prosedur dimulai.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.