Perhatikan Cara Mencuci Pakaian Saat Pandemi
Minggu, 28 Mar 2021, 18:47 WIBJAKARTA - Untuk menghindari penularan virus korona, kebersihan pakaian perlu diperhatikan. Perlu cara khusus dalam mencuci pakaian agar tidak menjadi sumber penularan penyakit Covid-19.
Menurut Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Dr. Hermawan Saputra, pakaian bisa menjadi sarana penyebaran virus dan bakteri. Oleh karenanya proses mencuci pakaian di saat pandemi harus memperhatikan ketentuan khusus.
"Sebelum pakaian dicuci pakaian perlu direndam dengan air panas terlebih dulu. Selanjutnya menggunakan bahan yang memiliki formulasi membunuh virus dan bakteri sebagai biang penyakit," ungkap dia dalam konferensi pers virtual "Formula Baru Vanish Oxi Action Multi Power," Kamis (26/3).
Menurut dia virus sebenarnya lebih mudah mati dari bakteri. Mikroorganisme ini larut dalam air dan mudah hacur jika terkena sabun cuci dengan formula khusus.
Agar pakaian bersih tidak terkontaminasi virus dan bekteri jauhkan dari pakaian kotor atau jangan sampai tercampur. "Jangan dekatkan pakaian kotor dengan yang bersih agar tidak terjadi persebaran," sarannya.
Sementara itu, Brand Manager Vanish Annisa Rachmawati menjelaskan, masyarakat harus paham cara membunuh kuman dan bakteri penyebab penyakit. Bakteri dan virus menurut dia dapat menempel pada pakaian hingga 72 jam
"Deterjen saja tidak cukup. Bagaimana mencari efektif membersihkan noda dengan menyeluruh dan membunuh kuman dan bakteri yang menempel pada pakaian, menghilangkan bau, dan mencerahkan pakaian, maka dari itu menjaga higienitas pakaian kita dari virus Korona saat pandemi ini penting sekali," kata Annisa.
Ia mengatakan produk Vanish kini menghadirkan Formula Vanish Oxi Action didukung oleh Dettol. Produk tersebut diklaim efektif membersihkan noda secara menyeluruh, membunuh kuman dan bakteri yang menempel pada pakaian, menghilangkan bau, dan mencerahkan pakaian.
"Formula Multi Power pada varian baru Vanish Oxi Action yang didukung oleh Dettol efektif untuk membunuh kuman dan bakteri penyebab penyakit seperti S. aureus, P. aeruginosa, E. coli dan E. hirae yang menempel pada pakaian," ujar dia.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.