Bukan Cuma Larang Bawa Gawai ke Kelas, Bupati Tarmizi Siapkan Aturan Ketat Ini Saat Malam Hari

Kamis, 02 Jul 2026, 01:20 WIB

MEULABOH - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mulai menggencarkan sosialisasi pembatasan penggunaan gawai bagi anak usia sekolah guna mengantisipasi dampak buruk kecanduan dunia maya serta menjaga kesehatan mental generasi muda, Rabu (1/7). 

“Kami sedang menyiapkan sejumlah kebijakan strategis guna membatasi penggunaan gawai demi menyelamatkan masa depan generasi muda,” kata Bupati Aceh Barat, Tarmizi, Rabu.

Ket. Foto: Bupati Aceh Barat Tarmizi didampingi Wakil Bupati Said Fadheil. — Sumber: ANTARA/Teuku Dedi Iskandar

Ia menegaskan fenomena maraknya penggunaan gawai di kalangan anak usia sekolah, mulai dari SD, SMP hingga SMA tidak bisa hanya mengandalkan pihak sekolah atau pemerintah.

Mengingat keterbatasan pengawasan di luar jam sekolah, peran aktif orang tua di dalam rumah menjadi kunci utama keberhasilan gerakan ini.

"Kami menyadari pemerintah dan sekolah memiliki keterbatasan dalam mengawasi aktivitas anak saat berada di rumah. Oleh karena itu, kami mengetuk hati para orang tua untuk bersama-sama menyelamatkan anak-anak kita dari dampak negatif kecanduan gawai," ujarnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Aceh Barat tengah gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para orang tua.

Tarmizi memaparkan tiga poin utama yang akan segera diterapkan secara komprehensif di wilayah Aceh Barat, di antaranya larangan membawa gawai ke sekolah, agar fokus belajar tidak terganggu dan interaksi sosial antarsiswa dapat terjalin dengan sehat.

Kemudian, menghidupkan kembali tradisi mengaji dan belajar di rumah saat melangkah masuk waktu Magrib, sehingga anak-anak beralih dari layar gawai ke aktivitas keagamaan yang positif.

Pemerintah daerah juga mengimbau orang tua agar tegas melarang anak memegang gawai menjelang waktu tidur guna mencegah kecanduan bermain game atau berselancar di media sosial hingga larut malam.

Bupati Tarmizi menambahkan, pembatasan ini bukan bertujuan untuk membatasi anak dalam melek teknologi, melainkan untuk membentuk kedisiplinan dan menjaga kesehatan mental serta fisik anak.

Menurut dia, paparan layar gawai yang berlebihan hingga larut malam dinilai dapat merusak kualitas tidur dan menurunkan konsentrasi belajar anak di sekolah.

Dengan sinergi yang kuat antara kebijakan pemerintah, ketegasan pihak sekolah, dan pengawasan ketat dari orang tua, Pemkab Aceh Barat optimistis dapat menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang lebih sehat dan berakhlak mulia bagi anak-anak di daerah ini.

"Sosialisasi ini akan kami lakukan secara masif ke sekolah-sekolah dan komunitas orang tua. Kami berharap para orang tua dapat menjadi benteng utama di rumah. Mari kita kembalikan anak-anak kita ke meja belajar dan mushalla, bukan membiarkan mereka larut dalam dunia maya," pungkas Tarmizi.

  • kecanduan gawai anak
  • pemkab aceh barat
  • bupati tarmizi
  • pembatasan hp di sekolah

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.