KKP Kembangkan Riset Komoditas Hibrida Ikan Kerapu Cantang

Kamis, 18 Feb 2021, 15:38 WIB

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAB) Situbondo mengembangkan riset komoditas jenis hibrida yaitu ikan kerapu cantang, yaitu jenis persilangan yang memiliki laju pertumbuhan lebih pesat.

"BPBAP Situbondo telah lama mengembangkan teknologi budidaya ikan kerapu, salah satunya adalah melakukan persilangan dengan produk berupa kerapu hibrid. Ikan kerapu cantang merupakan salah satu produk hibridisasi," kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto dalam rilis di Jakarta, Kamis (18/2/2021).

Ket. Foto: Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto. — Sumber: ANTARA/M Razi Rahman

Ia memaparkan, kerapu cantang merupakan hasil persilangan antara induk kerapu macan betina dengan induk kerapu kertang jantan.

Menurut dia, ikan kerapu cantang memiliki beberapa keunggulan, selain nilai ekonomisnya yang tinggi, kerapu cantang memiliki laju pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan kerapu jenis lain, yakni sekitar 500-600 gram dalam waktu 6 bulan dari ukuran tebar 10 cm di Keramba Jaring Apung.

"Oleh karenanya, apa yang sudah kami temukan akan kami transformasikan ke masyarakat agar apa yang sudah kami temukan bisa memberikan nilai lebih bagi masyarakat," papar Slamet.

Slamet juga menyatakan rasa optimistis dengan berbagai langkah kebijakan yang ada dapat membuat budidaya ikan kerapu di Tanah Air dapat bergairah kembali meski masih pandemi.

Menurut Slamet, pihaknya terus mendorong agar selama pandemi, bisnis ikan kerapu terus berjalan karena merupakan salah satu komoditas andalan ekspor perikanan.

Ia menjelaskan bahwa kendala budidaya kerapu yang terjadi pada saat awal pandemi di antaranya terkait logistik, sarana dan prasarana, transportasi dan lainnya.

Selain itu, ujar dia, kondisi pasar baik lokal maupun ekspor juga terkendala. "Namun semakin ke sini, masalah tersebut sudah mulai pulih walaupun belum sepenuhnya normal kembali seperti dulu-dulu sebelum pandemi. Ini yang harus betul-betul kita dongkrak," ujarnya.

KKP, lanjutnya, juga terus meningkatkan pula bantuan langsung berupa benih berkualitas dan induk unggul kerapu yang diproduksi Unit Pelaksana Teknis (UPT).

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.