Parlemen AS Setujui Pemakzulan Presiden Trump | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 27 2021
No Comments
Kerusuhan Gedung Capitol

Parlemen AS Setujui Pemakzulan Presiden Trump

Parlemen AS Setujui Pemakzulan Presiden Trump

Foto : Foto: Istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

WASHINGTON – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ame­rika Serikat (AS) menyutujui usulan pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump. Da­lam pemungutan suara, Rabu (13/1), sebanyak 232 anggota setuju pemakzulan, mengalah­kan pihak yang menolak, yakni 197 suara.

Sepuluh perwakilan Partai Republik membelot dengan menyetujui pemakzulan yang diajukan Partai Demokrat itu. Dengan demikian, Trump men­jadi Presiden AS pertama yang dua kali ingin dimakzulkan oleh parlemen. Sebelumnya, pemakzulan pernah dialami Trump pada awal 2020 lalu.

Anggota Partai Repu­blik yang setuju pemakzulan Trump adalah Dan Newhouse dari Washington, John Katko dari New York, Jaime Her­rera Beutler dari Washington, Adam Kinzinger dari Illinois.

Kemudian, Fred Upton dari Michigan, Liz Cheney dari Wyoming, Peter Meijer dari Michigan, Anthony Gonzalez dari Ohio, Tom Rice dari South Carolina, serta David Valadao dari California.

Usai DPR sepakat pemakzu­lan, proses berikutnya yaitu di­bawa ke Senat. Nantinya, Senat akan melakukan persidangan untuk mengusut dugaan pe­langgaran tingkat tinggi yang dilakukan Donald Trump.

Usulan pemakzulan ini berawal dari kericuhan di Ge­dung Capitol Hill pada pekan lalu. Massa pendukung Trump yang tak puas dengan hasil Pil­pres AS kemudian menyerbu gedung tersebut. Enam orang dilaporkan tewas dalam keru­suhan ini.

Kubu Demokrat menuding kericuhan terjadi akibat pi­dato Donald Trump sehari se­belumnya. Demokrat menilai pidato Trump provokatif dan menyulut emosi pendukung­nya hingga berani membuat kericuhan di Gedung Capitol

“Kami tahu bahwa Presiden Amerika Serikat menghasut pemberontakan ini, pembe­rontakan bersenjata melawan negara kita bersama. Dia harus pergi, dia jelas menghadirkan bahaya bagi negara kita,” kata Ketua DPR dari kubu Demo­krat, Nancy Pelosi, di Gedung DPR AS, Rabu (13/1) waktu se­tempat.

Donald Trump membantah telah menyampaikan pidato yang membuat pendukung­nya melakukan kekerasan di Gedung Capitol Hill. Trump pidato pada 5 Januari, kemu­dian pendukungnya menyerbu Gedung Capitol Hill, 6 Januari.

“Mereka telah memahami pidato saya, kata-kata saya, kalimat terakhir saya,” kata Trump. n SB/AFP/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment