Kerja Sama Digital Asean-RRT Harus Ditingkatkan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 27 2021
No Comments
KTT Asean I Asean TCA Harus Segera Diwujudkan pada Awal 2021

Kerja Sama Digital Asean-RRT Harus Ditingkatkan

Kerja Sama Digital Asean-RRT Harus Ditingkatkan

Foto : BPMI SETPRES/LUKAS
KTT KE-23 ASEAN-RRT I Presiden Joko Widodo mengikuti KTT ke-23 Asean-RRT secara virtual melalui konferensi video di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/11). Presiden Jokowi berharap agar kemitraan antara Asean dan RRT ke depannya dapat mencapai lebih banyak kemajuan melalui kerja sama yang terjalin kedua belah pihak.
A   A   A   Pengaturan Font
Sebagai pemimpin global ekonomi digital dan rumah bagi sepertiga unicorn dunia, RRT adalah mitra strategis bagi Asean.

 

JAKARTA – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mendo­rong negara-negara yang ter­gabung dalam Association of Southeast Asian Nations (Ase­an) memperkuat kemitraan atau kerja sama digital dengan Tiongkok.

“Tahun 2020 adalah tahun kerja sama ekonomi digital Asean-RRT. Sebagai pemim­pin global ekonomi digital dan rumah bagi sepertiga unicorn dunia, antara lain Baidu, Ali­baba, dan Tencent, RRT ada­lah mitra strategis bagi Asean,” kata Jokowi saat memberikan pidato pada KTT ke-23 Asean-RRT secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Ba­rat, Kamis (12/11).

KTT Asean-RRT ini adalah rangkaian dari KTT Asean ke-37. Kali ini, Vietnam menjadi tuan rumah KTT Asean ke-37. KTT Asean ke-37 dihadiri oleh 10 kepala negara/pemerintah Asean dan delapan kepala ne­gara/pemerintah mitra Asean.

Rangkaian KTT Asean ini berjumlah 17 sesi. Presiden Joko Widodo mengikuti se­tidaknya lima KTT Asean me­lalui konferensi video yaitu KTT Pleno ke-37 Asean, KTT Asean dengan RRT, KTT Asean dengan Korea Selatan, KTT Asean dengan Jepang, dan KTT Asean dengan India.

Ada tiga hal utama dalam pidato yang disampaikan Pre­siden. Pertama, Jokowi ber­pandangan bahwa transforma­si ekonomi dari konvensional menuju ekonomi berbasis digi­tal merupakan hal krusial yang saat ini harus dilakukan.

Asean dan Tiongkok, kata Jokowi, juga harus segera mereaktivasi kerja sama eko­nomi antara lain melalui har­monisasi kebijakan dan me­mastikan rantai pasok global dengan menghapus hambatan perdagangan.

Kedua, Jokowi menyam­paikan mengenai pemenuh­an ketersediaan vaksin dan obat-obatan di kawasan. Jokowi menegaskan bahwa kesehatan merupakan aspek penting untuk menggerakkan perekonomian.

“Saya mengapresiasi komit­men RRT untuk berpartisipasi dalam COVAX dan menjadikan vaksin sebagai barang publik global. Kita harus bekerja sama dalam memenuhi kebutuh­an obat-obatan dan vaksin Covid-19 di kawasan,” papar Jokowi.

Lebih jauh, Jokowi me­nyinggung soal stabilitas dan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik yang menurut pan­dangannya belakangan ini di­warnai dengan ketidakpastian, termasuk rivalitas dan kete­gangan di Laut Tiongkok Sela­tan akibat perebutan pengaruh antara Tiongkok dan AS ber­sama sekutunya.

Jokowi menyatakan kekha­watirannya apabila hal de­mikian terus berlanjut, maka pemulihan menyeluruh di kawasan ini dari pandemi Covid-19 akan semakin sulit.

“Kita semua, tanpa terke­cuali, memiliki tanggung jawab menjaga perdamaian dan sta­bilitas di Laut Tiongkok Sela­tan,” ujar Jokowi.

Asean TCA

Saat memberikan pidato pada KTT Pleno ke-37 Asean, Jokowi menyambut baik akan dikeluarkannya Asean Dec­laration on an Asean Travel Corridor Arrangement (TCA) Framework pada KTT ke-37 Asean ini . Pengaturan Asean Travel Corridor tersebut se­belumnya diusulkan Presiden Jokowi pada KTT ke-36 Asean pada 26 Juni 2020 lalu.

“Saya menyambut baik, di KTT ini, kita akan menge­luarkan Asean Declaration on an Asean Travel Corridor Ar­rangement Framework. Un­tuk itu, rencana implementasi Asean TCA harus segera diwu­judkan,” kata Jokowi.

Indonesia menginisiasi dibentuknya Asean Travel Corri­dor Arrangement ini untuk kem­bali mendorong sektor-sektor yang terkena dampak Covid-19, salah satunya sektor pariwisata.

Untuk mewujudkan imple­mentasi TCA tersebut, Jokowi mendorong agar Dewan Koor­dinasi Asean dan Badan Sek­toral Asean segera bergerak cepat dan efisien. Menurutnya, Asean perlu segera mereali­sasikan pembentukan jalur ce­pat sementara (temporary fast lane) dan protokol kesehatan saat keberangkatan dan ke­datangan, pemanfaatan plat­form digital yang terintegrasi di kawasan, penentuan port of entry, serta ketentuan protokol kesehatan yang ketat.

“Saya harap Asean TCA ini dapat segera dioperasionalisa­sikan pada kuartal pertama ta­hun depan (2021). Pengaturan tersebut akan memunculkan optimisme bahwa kegiatan ekonomi kita secara bertahap dapat diaktifkan kembali de­ngan secara disiplin menerap­kan protokol kesehatan,” ujar Jokowi. n ola/Ant/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment