Harus Ada Simulasi Pembelajaran Tatap Muka | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 5 2020
No Comments
Pandemi Covid-19 | Sekolah Tatap Muka Dimulai Januari 2021

Harus Ada Simulasi Pembelajaran Tatap Muka

Harus Ada Simulasi Pembelajaran Tatap Muka

Foto : KORAN JAKARTA/M FACHRI
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Doni Monardo
A   A   A   Pengaturan Font
Kita punya waktu satu bulan lebih dan diharapkan penataran ini bisa jadi simulasi, sehingga sekolah tatap muka bisa kita mulai bersama.

 

JAKARTA – Ketua Satu­an Tugas (Satgas) Penangan­an Covid-19, Doni Monardo, memperingatkan pemerintah daerah (pemda) agar melaku­kan semacam penataran atau simulasi pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, sebelum kegiatan tatap muka belajar mengajar dilakukan.

“Kita punya waktu satu bu­lan lebih dan diharapkan pe­nataran ini bisa jadi simulasi, sehingga sekolah tatap muka bisa kita mulai bersama,” ujar Doni dalam konferensi pers virtual, Jumat (20/11).

Pemerintah berencana me­mulai kegiatan belajar meng­ajar tatap muka pada Januari 2021. Keputusan itu dibuat me­lalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Pandu­an Pembelajaran Tahun Ajaran 2020–2021 di Masa Pandemi Covid-19. Pemerintah pusat memberi kewenangan penuh kepada pemerintah daerah un­tuk memberi izin pembelajaran tatap muka pada semua zona, dengan sejumlah persyaratan.

Keputusan yang diteken Mendikbud, Menteri Aga­ma, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri ini di bawah koordinasi Kemenko PMK serta Satgas Penanggu­langan Covid-19.

Doni berharap pemda bisa mempertimbangkan dengan matang sebelum memberi izin kepada sekolah yang menya­takan siap melakukan proses pembelajaran tatap muka.

“Ancaman penularan Co­vid-19 masih terjadi, diha­rapkan pemda mempertimbangkan secara matang sebelum memberikan izin pelaksanaan pembelajaran tatap muka di tahun ajaran 2020/2021,” kata Doni.

Ia mengatakan pelaksana­an pembelajaran tatap muka di sekolah tak harus dilakukan secara serentak di satu kota maupun kabupaten. Kegiatan sekolah tatap muka bisa berja­lan secara bertahap, mulai dari sekolah di tingkat kecamatan atau desa agar persiapan bisa dilakukan dengan baik.

Penyebaran virus Covid-19 sampai saat ini masih tinggi. Pemerintah melaporkan pe­nambahan 4.792 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Maka, hingga Jumat (20/11), to­tal pasien Covid-19 di Tanah Air berjumlah 488.310 orang.

Penambahan kasus baru itu tersebar di 32 provinsi. Menu­rut data Satuan Tugas Pena­nganan Covid-19, penambah­an tertinggi ada di DKI Jakarta sebanyak 1.240 kasus. Disusul Jawa Barat dengan 872 kasus. Kemudian, diikuti Jawa Tengah dengan 509 kasus, Jawa Timur 379 kasus, dan Sumatera Barat dengan 218 kasus.

Belajar dan Pulang

Di tempat terpisah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Ma­karim, mengatakan kalau izin belajar tatap muka di sekolah kini menurut pertimbangan pemerintah daerah (pemda), bukan berdasarkan peta zona risiko lagi.

Penyesuaian ini akan ber­laku pada semester genap ta­hun ajaran 2020/2021 yang dimulai pada Januari 2021 mendatang. Nadiem pun men­jabarkan dalam melakukan pembelajaran tatap muka, se­kolah wajib memenuhi kriteria yang telah ditetapkan oleh pe­merintah daerah nantinya.

“Selain itu, protokol kese­hatan yang ketat harus tetap dilaksanakan agar tidak ada klaster sekolah tatap muka,” ujar Nadiem, Jumat (20/11) da­lam YouTube Kemendikbud RI.

Protokol kesehatan yang ha­rus dilakukan adalah dengan menjaga jarak 1,5 meter. Un­tuk itu, siswa yang bisa sekolah tatap muka maksimal 50 per­sen dari rata-rata jumlah anak dalam sekolah tersebut. ola/jon/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment