
Xi Minta Jajaran Tetap Tenang di Tengah Tekanan Amerika Serikat
Sebuah layar menunjukkan Presiden Tiongkok, Xi Jinping menghadiri upacara pembukaan Asian Winter Games Harbin 2025 di Harbin, Provinsi Heilongjiang, Tiongkok, bulan lalu.
Foto: AFP/JADE GAOBEIJING – Presiden Tiongkok Xi Jinping meminta para pejabat dan pemimpin negaranya untuk tetap tenang di tengah serta mempertahankan stabilitas nasional di tengah meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat (AS).
"Tiongkok harus meningkatkan kemampuan politiknya dan dengan tenang menanggapi tantangan yang muncul akibat perubahan situasi domestik dan internasional,” kata Xi kepada para pejabat tinggi, termasuk anggota partai Politbiro dan Dewan Negara, menurut laporan resmi Kantor Berita Xinhua Rabu (26/2).
Dikutip dari The Straits Times, komentarnya bertepatan dengan tindakan Presiden AS Donald Trump yang menerapkan kebijakan pembatasan ekspor teknologi canggih dan peningkatan tarif perdagangan kesejumlah negara di masa jabatan keduanya.
- Baca Juga: Pencarian Pesawat MH370 Dilanjutkan
- Baca Juga: Oposisi Desak Pemakzulan Yoon Suk-yeol
Washington telah meningkatkan tekanan dengan membatasi pengeluaran Tiongkok di sektor-sektor strategis AS seperti teknologi dan energi, mendesak Meksiko untuk mengenakan tarifnya sendiri pada impor Tiongkok, dan mendorong biaya pada kapal-kapal komersial yang dibuat di Tiongkok untuk melawan dominasinya dalam pembuatan kapal.
Gedung Putih juga tengah menggodok pembatasan semikonduktor yang lebih ketat dan mendesak sekutu-sekutu utama untuk meningkatkan batasan mereka sendiri terhadap industri chip Tiongkok, yang bertujuan untuk mengekang kemajuan teknologi Beijing, Bloomberg News melaporkan.
Meningkatnya ketegangan telah mengguncang investor global dan menyeret turun saham Tiongkok.
"Menurut pendapat saya, Amerika sudah tidak sabar untuk berperang dengan Tiongkok. Tiongkok belum terpancing," kata Peter Alexander, direktur pelaksana konsultan Z-Ben Advisors yang berpusat di Shanghai, kepada Bloomberg TV.
"Tetapi Anda tahu, ada dua realitas yang sedang kita hadapi," katanya. "
Untuk saat ini, kedua negara tampak ingin mempertahankan hubungan yang rapuh. Wakil Perdana Menteri Tiongkok, He Lifeng sempat berbicara dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada tanggal 21 Februari lalu.
Trump juga telah menyoroti hubungan pribadinya dengan Xi Jinping dan mengatakan minggu lalu bahwa kesepakatan perdagangan baru dengan Tiongkok mungkin saja terjadi .
Seruan Xi untuk tetap tenang menggemakan pendekatan awal Tiongkok terhadap perang dagang selama masa jabatan pertama Trump.
Saat itu, Beijing menekankan kesabaran strategis dan bertujuan meredakan ketegangan melalui negosiasi.
Berita Trending
- 1 Terkenal Kritis, Band Sukatani Malah Diajak Kapolri Jadi Duta Polri
- 2 Pangkas Anggaran Jangan Rampas Hak Aktor Pendidikan
- 3 Akses Pasar Global Makin Mudah, BEI Luncurkan Kontrak Berjangka Indeks Asing
- 4 Bangun Infrastruktur yang Mendorong Transformasi Ekonomi
- 5 Guterres: Pengaturan Keamanan Global "Berantakan"