Bogor Cadangkan 5.400 Ton Beras
📅 Kamis, 27 Feb 2025, 03:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkab Bogor
BOGOR – Untuk mengamankan kebutuhan selama bulan puasa, Kantor Bulog Bogor mencadangkan beras sebanyak 5.400 ton. Beras disimpan di gudang yang berlokasi di Dramaga, Kabupaten Bogor.
Kepala Cabang Bogor Bulog, Yanto Nurdiyanto, di Dramaga, Kabupaten Bogor, memastikan ketersediaan beras tersebut masuk dalam kategori aman untuk memenuhi kebutuhan warga Bogor dan sekitarnya selama empat bulan ke depan.
Sebanyak 5.400 ton beras itu merupakan hasil penyerapan gabah dari petani di wilayah Kabupaten Bogor seperti Jonggol, Cariu, dan Cileungsi.
“Kami sudah mulai menyerap gabah petani dan membeli dengan harga sesuai dengan arahan pemerintah,” kata Yanto, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor Arif Rahman menjelaskan upaya menstabilkan harga dalam menyambut puasa hingga lebaran dilakukan dengan operasi pasar.
Pemerintah Kabupaten Bogor telah mengagendakan operasi pasar di sejumlah titik selama delapan kali untuk menjual kebutuhan pangan dengan harga lebih murah dari pasar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kerja sama antardinas terkait seperti Bulog, Polres, dan Kodim dalam penyelenggaraan operasi pasar diharapkan dapat menekan harga pasar.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan stabilitas harga sembako dan memastikan pasokan pangan cukup menjelang bulan puasa dan lebaran,” jelas Arif.
Mitigasi Bencana
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, melakukan mitigasi bencana dengan menyiapkan berbagai upaya penanganan demi mengurangi risiko.
Di sela-sela aktivitasnya menjalani pembekalan kepala daerah di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, dia menyampaikan mitigasi penting. Sebab setiap tahun Kota Bogor menghadapi sekitar 1.000 bencana.
Dia menyebut bencana yang sering terjadi adalah angin puting beliung, tanah longsor, kebakaran, pohon tumbang, banjir, dan banjir lintasan.Dia memaparkan, salah satu upaya yang direncanakan adalah normalisasi saluran air, drainase, dan sungai untuk mencegah banjir.
Dedie telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera memetakan lokasi prioritas yang memerlukan perbaikan. Selain itu, dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mendorong pemberdayaan bank sampah di tingkat RT.
“Saya mengimbau seluruh warga Kota Bogor tidak lagi membuang sampah ke sungai. Ini akan mengurangi potensi bencana,” kata Dedie. Selain itu, Dedie juga menyoroti pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Kebiasaan rakyat mengelola sampah harus lebih bijak lagi. Jangan membuang sampah sembarangan. Mulailah secara masif memberdayakan dan menyiapkan bank sampah tingkat RT,” harapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!