
Bogor Cadangkan 5.400 Ton Beras
Wakil Bupati Bogor Jaro Ade di Gudang Bulog Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/2).
Foto: ANTARA/HO-Humas Pemkab BogorBOGOR – Untuk mengamankan kebutuhan selama bulan puasa, Kantor Bulog Bogor mencadangkan beras sebanyak 5.400 ton. Beras disimpan di gudang yang berlokasi di Dramaga, Kabupaten Bogor.
Kepala Cabang Bogor Bulog, Yanto Nurdiyanto, di Dramaga, Kabupaten Bogor, memastikan ketersediaan beras tersebut masuk dalam kategori aman untuk memenuhi kebutuhan warga Bogor dan sekitarnya selama empat bulan ke depan.
Sebanyak 5.400 ton beras itu merupakan hasil penyerapan gabah dari petani di wilayah Kabupaten Bogor seperti Jonggol, Cariu, dan Cileungsi.
“Kami sudah mulai menyerap gabah petani dan membeli dengan harga sesuai dengan arahan pemerintah,” kata Yanto, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor Arif Rahman menjelaskan upaya menstabilkan harga dalam menyambut puasa hingga lebaran dilakukan dengan operasi pasar.
Pemerintah Kabupaten Bogor telah mengagendakan operasi pasar di sejumlah titik selama delapan kali untuk menjual kebutuhan pangan dengan harga lebih murah dari pasar.
Kerja sama antardinas terkait seperti Bulog, Polres, dan Kodim dalam penyelenggaraan operasi pasar diharapkan dapat menekan harga pasar.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan stabilitas harga sembako dan memastikan pasokan pangan cukup menjelang bulan puasa dan lebaran,” jelas Arif.
Mitigasi Bencana
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, melakukan mitigasi bencana dengan menyiapkan berbagai upaya penanganan demi mengurangi risiko.
Di sela-sela aktivitasnya menjalani pembekalan kepala daerah di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, dia menyampaikan mitigasi penting. Sebab setiap tahun Kota Bogor menghadapi sekitar 1.000 bencana.
Dia menyebut bencana yang sering terjadi adalah angin puting beliung, tanah longsor, kebakaran, pohon tumbang, banjir, dan banjir lintasan.Dia memaparkan, salah satu upaya yang direncanakan adalah normalisasi saluran air, drainase, dan sungai untuk mencegah banjir.
Dedie telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera memetakan lokasi prioritas yang memerlukan perbaikan. Selain itu, dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mendorong pemberdayaan bank sampah di tingkat RT.
“Saya mengimbau seluruh warga Kota Bogor tidak lagi membuang sampah ke sungai. Ini akan mengurangi potensi bencana,” kata Dedie. Selain itu, Dedie juga menyoroti pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Kebiasaan rakyat mengelola sampah harus lebih bijak lagi. Jangan membuang sampah sembarangan. Mulailah secara masif memberdayakan dan menyiapkan bank sampah tingkat RT,” harapnya.
- Baca Juga: Lansia, Difabel, dan Pemegang KJP Gratis ke Museum
- Baca Juga: Banyak SPBU Curang, Pemkot Tera Ulang
Dengan langkah-langkah ini, Pemkot Bogor berharap dapat mengurangi frekuensi dan dampak bencana setiap tahun. Dia juga ingin meningkatkan kualitas hidup warga melalui lingkungan yang lebih bersih dan aman. Ant/G-1
Berita Trending
- 1 Terkenal Kritis, Band Sukatani Malah Diajak Kapolri Jadi Duta Polri
- 2 Pangkas Anggaran Jangan Rampas Hak Aktor Pendidikan
- 3 Akses Pasar Global Makin Mudah, BEI Luncurkan Kontrak Berjangka Indeks Asing
- 4 Bangun Infrastruktur yang Mendorong Transformasi Ekonomi
- 5 Guterres: Pengaturan Keamanan Global "Berantakan"