Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

WHO Pertimbangkan Pembentukan Komite Darurat Mpox

📅 Selasa, 06 Agu 2024, 00:00 WIB | Oleh:
WHO Pertimbangkan Pembentukan Komite Darurat Mpox Doc: ISTIMEWA
Ket. Mpox pertama kali ditemukan pada manusia pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo.

JENEWA - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom, pada Minggu (4/8), mengatakan WHO sedang mempertimbangkan untuk membentuk komite ahli guna yang akan menilai apakah wabah mpox yang berkembang di Afrika harus dinyatakan sebagai keadaan darurat internasional.

Dikutip dari The Straits Times, Tedros mengatakan badan kesehatan PBB dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika, antara lain meningkatkan respons mereka terhadap wabah tersebut.

"Ketika jenis mpox yang lebih mematikan menyebar ke banyak negara Afrika, WHO, CDC Afrika, pemerintah daerah, dan mitra terus meningkatkan respons untuk menghentikan penularan penyakit," kata Tedros di platform media sosial X.

Namun, diperlukan lebih banyak pendanaan dan dukungan untuk respons yang komprehensif.

"Saya sedang mempertimbangkan untuk mengadakan komite darurat Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) untuk memberi tahu saya apakah wabah mpox harus dinyatakan sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional," ujarnya.

Kerangka Kerja

PHEIC merupakan peringatan tertinggi yang dapat disampaikan oleh WHO. Tedros, sebagai Direktur Jenderal WHO, dapat mengumumkan keadaan darurat tersebut atas saran komite. PHEIC adalah kerangka kerja yang mengikat secara hukum untuk menanggapi keadaan darurat kesehatan masyarakat.

Sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet, mpox adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang ditularkan ke manusia oleh hewan yang terinfeksi yang juga dapat ditularkan dari manusia ke manusia melalui kontak fisik yang dekat.

Mpox pertama kali ditemukan pada manusia pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo. Wabah mpox global dua tahun lalu menyebabkan WHO mengumumkan PHEIC, yang berlangsung dari Juli 2022 hingga Mei 2023.

Sebelumnya, virus mpox atau cacar monyet, sedang menyebar ke banyak negara di Benua Afrika dengan Republik Afrika Tengah (CAR) dan Kenya menjadi dua negara terbaru yang melaporkan kasus penyakit sangat menular, yang menyebar melalui kontak dekat ini.

Dalam pernyataan pada Rabu, Kementerian Kesehatan Kenya mengonfirmasi kasus mpox pertama di negara itu, mengatakan kasus tersebut terdeteksi di titik perbatasan Taita Taveta dengan Tanzania.

Kementerian mengatakan virus itu terdeteksi pada seseorang yang bepergian dari Uganda ke Rwanda melalui Kenya.

Mpox adalah penyakit langka yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini menyebabkan ruam dan gejala mirip flu, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

23 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

58 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.