Kawal Pemilu Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Pengelolaan Keuangan Negara I Impor Pangan RI tiap Tahun Mencapai US$15 Miliar

Utang Tidak Produktif BLBI, Miskinkan 270 Juta Rakyat

Foto : ISTIMEWA

Manajer Riset Seknas Fitra, Badiul Hadi - Pemerintah harus berhenti mengambil jalan pintas memenuhi kebutuhan pangan melalui impor, sementara potensi pangan dalam negeri belum dioptimalkan.

A   A   A   Pengaturan Font

Sementara itu, Peneliti dari Asosiasi Ekonomi dan Politik (AEPI), Salamuddin Daeng mengatakan akibat dari kebijakan yang kurang berpihak pada rakyat itu, maka sektor pertanian mati karena tidak bisa bersaing dengan barang impor. Seiring dengan itu, produksi pangan dunia merosot karena perang dan perubahan iklim. Sedangkan populasi dunia terus meningkat, sehingga banyak negara membatasi ekspor pangan karena memprioritaskan rakyatnya sendiri.

"Jadi kita punya uang sekalipun tidak akan mampu membeli pangan, apalagi tidak punya duit. Industri kita mati, di sektor industri dasar maupun industri nilai tambah, karena high cost economy ditambah lagi dengan pemerasan dan pungli. Dari atas sampai bawah dan seluruh sektor. Biaya produksi mahal, biaya usaha risiko tinggi karena tidak ada kepastian hukum, industri kita tidak efisien seperti Korea Selatan, Vietnam dan Australia," kata Salamuddin.

Kebergantungan barang impor pun semakin besar mulai dari barang dasar dan konsumsi, mulai dari peniti, cangkul, handuk apalagi motor dan mobil. "Industri dalam negeri sangat tidak kompetitif dan akhirnya mati sehingga lapangan kerja berkurang," kata Salamuddin.

Jangan Dipolitisir
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Vitto Budi
Penulis : Fredrikus Wolgabrink Sabini, Eko S

Komentar

Komentar
()

Top