Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

UNESCO Desak Penerapan Deklarasi Sekolah Aman

📅 Selasa, 10 Sep 2024, 02:05 WIB | Oleh:
UNESCO Desak Penerapan Deklarasi Sekolah Aman Doc: AFP/JACQUES DEMARTHON
Ket. Desakan UNESCO | Logo Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB, UNESCO, terpampang di pintu masuk markas UNESCo di Paris, Prancis, beberapa waktu lalu. Pada Senin (9/9) UNESCO mendesak agar negara-negara anggotanya untuk terapkan Deklarasi Sekolah Aman setelah terjadi lonjakan serangan terhadap sekolah dan pendidik di seluruh dunia.

PARIS - Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada Senin (9/9) menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya dampak konflik global terhadap lembaga pendidikan pada Hari Internasional untuk Perlindungan Pendidikan dari Serangan, ketika menyoroti lonjakan serangan terhadap sekolah dan pendidik.

Dalam pernyataan persnya, UNESCO melaporkan bahwa sebuah studi oleh Koalisi Global untuk Melindungi Pendidikan dari Serangan, yang menjadi anggotanya, mencatat 6.000 serangan terhadap siswa, pendidik, dan lembaga pendidikan di seluruh dunia.

"Di antara jumlah tersebut, 1.000 melibatkan penggunaan institusi pendidikan oleh militer, dengan rata-rata delapan serangan per hari antara tahun 2022 dan 2023," lapor UNESCO.

Menurut laporan, telah terjadi peningkatan serangan sebesar 20 persen dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya, dengan lebih dari 10.000 siswa dan pendidik diyakini telah terkena dampaknya.

Ditambahkannya, serangan-serangan ini lebih sering terjadi di zona konflik seperti Myanmar, Gaza, Timur Tengah, Republik Demokratik Kongo, Sudan, Ukraina dan Yaman, meskipun semua kawasan terkena dampaknya.

Pernyataan itu menambahkan bahwa UNESCO mendesak semua pihak yang berkonflik untuk mematuhi Resolusi Dewan Keamanan PBB 2601 dan menyerukan negara-negara untuk menerapkan Deklarasi Sekolah Aman untuk mencegah serangan semacam itu.

Pernyataan itu pun menambahkan bahwa UNESCO menyediakan dukungan psikososial kepada siswa dan guru di daerah konflik seperti Palestina, Sudan, dan Ukraina, serta akan memastikan keberlangsungan pembelajaran melalui pendidikan jarak jauh. SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.