Tiga Strategi Buy the Dip Aset Kripto Menurut Pintu Academy
📅 Kamis, 18 Des 2025, 18:57 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Pintu
JAKARTA - Pasar kripto telah mengalami tren kenaikan dan penurunan sepanjang 2025. Kombinasi kondisi makroekonomi yang buruk dan perang tarif Trump membuat pasar kripto terpuruk. Di sisi lain, berita-berita seperti penurunan suku bunga dan regulasi aset kripto juga menjadi pelontar kenaikan harga pasar.
“Salah satu strategi paling banyak digunakan oleh trader dan investor adalah strategi buy the dip. Kita akan mengupas apa itu strategi buy the dip dan memberikan 3 strategi yang bisa diterapkan oleh investor kripto!’ tulisa Pintu melalui keterangannya pada hari Kamis (18/12).
Apa itu Strategi Buy The Dip?
Buy the dip adalah strategi investasi yang umum digunakan di pasar kripto dan saham. Strategi ini merujuk pada metode sederhana membeli ketika harga turun dengan ekspektasi bahwa harga akan pulih. Di pasar kripto, strategi ini sangat populer di kalangan investor pemula karena sederhana dan mudah dilakukan.
Strategi yang baik adalah membeli koreksi harga dalam tren naik yang kuat dan meraih keuntungan sebelum tren tersebut berbalik. Contoh di bawah ini menunjukkan betapa menguntungkannya melakukan buy the dip pada aset SOL sepanjang 2024. Ini merupakan contoh yang baik tentang cara membeli dip di pasar bullish.
Sebaiknya Anda baca juga:
3 Pola Grafik dan Strategi untuk Membeli Dip
1. Rounding Bottom
Rounding bottom adalah pola grafik yang sering terbentuk saat tren bearish akan selesai. Pola in ditemukan di akhir tren penurunan yang panjang dan menandakan pembalikan harga. Secara visual, pola ini berbentuk “U”. Pola ini juga disebut dengan rounding bottom karena kesederhanaan pergerakan harga (higher low yang diikuti oleh higher high).
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam pola rounding bottom, pemulihan aset terjadi secara lambat dan stabil. Harga sering berfluktuasi di dekat level terendah, secara perlahan membentuk higher low sambil mendekati resistance sebelumnya. Selain itu, perhatikan pola lain yang sering terjadi dalam rounding bottom, seperti double bottom.
2. Membeli pada Fase Akumulasi Wyckoff
Menurut teori Richard Wyckoff, fase akumulasi adalah fase yang terjadi setelah suatu aset mengalami tren turun yang berkepanjangan dan akhirnya harga stabil. Dalam fase akumulasi, harga menetap dalam suatu jarak harga (bergerak sideways). Namun, Wyckoff berpendapat bahwa trader “smart money” akan mengakumulasi aset selama fase ini.
Pada fase Fase akumulasi Wyckoff, dapat terlihat pola seperti rounding bottom, triple bottom, V-reversal, double bottom, atau bahkan cup and handle. Aspek penting dari tahap akumulasi adalah volume yang stabil dan/atau mulai meningkat kembali.
Trading dalam fase akumulasi Wyckoff menggunakan strategi buy the dip serupa dengan pola rounding bottom. Terbentuknya higher low pada grafik merupakan potensi sinyal beli, sementara stop loss harus ditetapkan pada support sebelumnya atau pada titik rendah lokal (untuk mengantisipasi potensi penurunan lebih lanjut).
3. Melakukan Buy the Dip dalam Tren Kenaikan
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!