Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

SAP Merestrukturisasi 8.000 Pekerjaan Demi Fokus ke AI

📅 Rabu, 24 Jan 2024, 19:00 WIB | Oleh:
SAP Merestrukturisasi 8.000 Pekerjaan Demi Fokus ke AI Doc: Istimewa
Ket. SAP mengintensifkan peralihan investasi ke area pertumbuhan strategis, terutama bisnis AI.

WALDORF - Raksasa perangkat lunak dari Jerman SAP (System Application and Product in data processing), pada Selasa (23/1), mengumumkan tengah merestrukturisasi 8.000 lapangan kerja seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang mengalihkan fokus mereka ke kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Dikutip dari Yahoo Finance, salah satu perusahaan paling berharga di Eropa ini mengatakan bahwa mereka akan menghabiskan 2 miliar eurp atau 2,2 miliar dolar AS tahun ini untuk transformasi, termasuk pembelian dan program pelatihan ulang.

"Keputusan itu diperlukan untuk mempersiapkan perusahaan menghadapi pertumbuhan pendapatan masa depan yang sangat terukur," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Akibatnya, sebagian besar tenaga kerjanya, yaitu lebih dari 7 persen dari 108.000 pekerjanya, akan terkena dampaknya.

"Mayoritas dari sekitar 8.000 posisi yang terkena dampak diperkirakan akan dilindungi oleh program cuti sukarela dan langkah-langkah pelatihan ulang keterampilan internal," kata SAP.

"Setelah investasi ulang dilakukan, "
SAP memperkirakan akan menutup tahun 2024 dengan jumlah karyawan yang serupa dengan level saat ini," tambahnya.

"SAP membuka babak berikutnya: dengan program transformasi yang direncanakan, kami mengintensifkan peralihan investasi ke area pertumbuhan strategis, terutama Business AI," kata CEO Christian Klein, dalam pernyataan terpisah.

"Kami yakin dengan prospek perusahaan pada tahun 2024."

SAP adalah perusahaan terbaru yang memprioritaskan AI sebagai AI generatif, teknologi yang mendasari platform populer seperti ChatGPT, telah menggemparkan dunia.

Musim panas lalu, mereka mengumumkan investasi di tiga perusahaan AI generatif, menambah janji investasi lebih dari 1 miliar dolar AS untuk mendanai startup teknologi perusahaan yang didukung AI.

Juli lalu, Wipro, salah satu penyedia layanan perangkat lunak terkemuka di India, menyatakan akan menghabiskan 1 miliar dolar AS untuk meningkatkan kemampuan AI-nya selama tiga tahun ke depan, termasuk melatih 250.000 seluruh stafnya tentang cara menggunakan teknologi tersebut.

Pada bulan September, raksasa teknologi Tiongkok, Huawei, mengumumkan akan menerapkan AI secara menyeluruh untuk dekade berikutnya, menyusul langkah serupa yang dilakukan Alibaba. Banyak perusahaan teknologi AS juga telah mengumumkan investasi besar pada AI saat mereka memulai reorganisasi besar-besaran.

Secara terpisah pada hari Selasa, SAP melaporkan pendapatan tahunan yang sebagian besar melampaui ekspektasi. Mereka memperkirakan lonjakan pendapatan sebesar 24 persen hingga 27 persen untuk bisnis cloud utamanya di tahun depan, dan memperkirakan adanya percepatan pertumbuhan di bidang tersebut.

Saham perusahaan tersebut melonjak 4 persen dalam perdagangan setelah jam kerja di New York pada hari Selasa setelah pengumumannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

26 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.