Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Proyek Reboisasi Terbesar dalam Sejarah

📅 Senin, 15 Des 2025, 05:38 WIB | Oleh:
Proyek Reboisasi Terbesar dalam Sejarah Doc: Pedro PARDO / AFP
Ket. Seorang mahasiswa saat menyiram pohon dalam proyek penghijauan di wilayah kering dan gurun, yang dikenal sebagai “Tembok Hijau Besar” di Gurun Kubuqi, di Ordos, wilayah Mongolia Dalam utara Tiongkok.

TEMBOK Besar Tiongkok adalah salah satu landmark paling ikonik di dunia. Tetapi Tiongkok memiliki tembok lain tembok hidup yang dirancang untuk memerangi penggurunan dengan nama Tembok Hijau Besar Tiong­kok, atau Program Hutan Sabuk Pelindung Tiga Utara.

Tujuan dari pembuatan Tembok Besar Tiongkok, adalah inisiatif reboisasi dalam skala yang besar, untuk untuk menghentikan perluasan gurun dan menstabilkan ekosistem di seluruh wilayah di Tiongkok utara.

Tembok Hijau Besar Tiong­kok dimulai pada tahun 1978 sebagai solusi untuk mengurangi penggurunan, khususnya di gurun Gobi dan Taklamakan. Penggurunan yang dibiarkan dapat mengancam sekitar 27 persen lahan Tiongkok, dan berdampak negatif pada jutaan orang. Untuk mengatasi hal ini, dimulai menanam pohon di seluruh Tiongkok utara untuk menciptakan penghalang hijau.

Rencana tersebut mencakup penanaman 88 juta hektar pohon, membentang lebih dari 3.000 mil. Pada tahun 2050, program ini akan mencakup 4.500 kilometer atau 2.800 mil. Tujuannya adalah untuk menstabilkan bukit pasir yang bergeser, mencegah badai debu, dan memulihkan kesehatan tanah. Meskipun bukan “tembok” dalam arti tradisional, program ini menggunakan sabuk pohon yang luas untuk menghalangi pasir dan mening­katkan kondisi pertanian.

Krisis yang Meningkat

Penggurunan adalah pro­ses yang mengubah lahan subur menjadi gurun. Hal ini terjadi melalui kekeringan, penggundulan hutan, dan pengelolaan lahan yang buruk. Di Tiongkok, penggurunan memengaruhi 27,4 persen lahan, berdampak pada lebih dari 400 juta orang.

Secara alami Gurun Gobi dan Taklamakan meluas dengan kecepatan yang mengkhawatirkan. Perluasan ini mengancam lahan pertanian, mengganggu masyarakat setempat, dan meningkatkan badai debu.

Badai ini tidak hanya memengaruhi daerah pedesaan badai ini telah mencapai kota-kota besar seperti Beijing, berkontribusi pada tingkat polusi udara yang berbahaya. Menyadari tantangan ini sejak dini pemerintah mendorong terciptanya Tembok Hijau Besar. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

54 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.