Penyintas Penyakit Jantung Perlu Lakukan Pemeriksaan Secara Mandiri
📅 Selasa, 12 Nov 2024, 19:52 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: istimewa
JAKARTA - Penyakit kardiovaskular (termasuk jantung dan stroke) menduduki peringkat pertama sebagai penyebab kematian global, dengan sekitar 17,9 juta orang meninggal setiap tahunnya. WHO memperkirakan jumlah ini akan mencapai 24,2 juta pada 2030, atau sekitar 32,5 persen dari total penyebab kematian. Sementara data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi penyakit jantung berdasarkan diagnosis dokter di Indonesia sebesar 1,5 persen.
Pada 2023, terjadi peningkatan jumlah pembiayaan untuk penyakit katastropik yang mencapai 34,8 triliun rupiah, di mana penyakit kardiovaskular (jantung dan stroke) menjadi penyakit dengan pembiayaan terbesar, yakni 22,8 triliun rupiah, dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dengan tingginya jumlah kasus dan beban biaya, kesadaran akan kesehatan jantung sangat penting, salah satunya melalui pemantauan kesehatan jantung secara mandiri.
Direktur Medis RS Jantung Jakarta. dr. Sapto Harry Kriswanto, MARS, menjelaskan, penyakit jantung adalah kondisi yang memengaruhi fungsi jantung dan aliran darah ke seluruh tubuh. Masalah ini erat dengan gangguan kardiovaskuler pada sistem peredaran darah baik arteri, vena, dan kapiler.
“Komplikasi penyakit ini mencakup serangan jantung, gagal jantung, dan stroke, terutama jika tidak ditangani dengan tepat,” ujar Direktur Medis RS Jantung Jakarta. dr. Sapto Harry Kriswanto, MARS, dalam acara Omron Healthcare Indonesia di Jakarta pada hari Selasa (12/11).
Direktur Omron Healthcare Indonesia, Tomoaki Watanabe, menyatakan, pemantauan kesehatan jantung secara mandiri, termasuk pemeriksaan rutin tekanan darah, EKG, dan deteksi deteksi atrial fibrillation (AFib). merupakan langkah penting dalam mencegah penyakit kardiovaskular, terutama dengan tingginya jumlah kasus dan beban biaya pengobatan. Pengukuran ini tidak hanya memberi wawasan kepada individu mengenai kondisi kesehatan mereka, tetapi juga menyediakan data yang berharga bagi dokter untuk membuat keputusan pengobatan dan pencegahan yang lebih tepat.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Omron melalui produk inovatifnya, berkomitmen untuk meningkatkan kesehatan jantung di Indonesia, membantu lebih banyak orang memantau kesehatan mereka dengan mudah dan akurat, sejalan dengan visi kami untuk menciptakan kehidupan yang lebih sehat, bebas dari risiko stroke dan penyakit jantung,” ujar dia.
Meskipun penyakit jantung mungkin tidak bisa sembuh total, gejalanya dapat dikendalikan dan risiko komplikasinya dapat berkurang dengan pengobatan yang tepat serta gaya hidup sehat. Pasien
penyakit jantung dapat menjadi penyintas ketika merasakan perbaikan, seperti berkurangnya rasa nyeri, napas lebih lega, dan tidak merasa kelelahan berlebihan setelah aktivitas lebih dari 30 menit.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain mengonsumsi obat yang diresepkan dokter dan menjalani gaya hidup sehat, para penyintas juga harus memantau kesehatan jantung mereka melalui pemeriksaan rutin, termasuk tekanan darah (mempertahankan di level normal tidak lebih dari 120/80 mmHg) dan pembacaan EKG.
“Dukungan bagi para penyintas, seperti akses mudah ke perangkat kesehatan yang akurat, sangat penting untuk menjaga kestabilan kesehatan jantung mereka. Memahami dan menerapkan pola hidup sehat sangat penting bagi para penyintas penyakit jantung,” tegas Watanabe.
Olahraga teratur, konsumsi makanan bergizi, tidak merokok, istirahat cukup, dan mengelola stress dengan bijak harus menjadi kebiasaan para penyintas. Selain itu, pemeriksaan rutin terhadap tekanan darah, EKG, dan Afib merupakan langkah sederhana namun efektif untuk mendeteksi risiko lebih dini dan mencegah komplikasi serius.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovaskular RS Jantung Jakarta/Jakarta Heart Center Dr. dr. Todung D.A Silalahi, Sp.PD-KKV, FINASIM, FICA, FAPSIC, FACC, FSCAI, menekankan pentingnya pemeriksaan berkala dan pemantauan mandiri bagi penyintas penyakit jantung. Memantau kondisi kesehatan secara rutin, terutama dengan perangkat kesehatan di rumah, sangat dianjurkan untuk membantu menjaga kondisi jantung tetap stabil.
“Pemeriksaan secara mandiri lebih praktis bagi pasien, karena ketika data dibagikan langsung ke dokter, mereka dapat melakukan penyesuaian rencana perawatan dengan lebih tepat, sehingga manajemen kesehatan jantung menjadi lebih konsisten dan efektif,” jelasnya.
Omron Complete hadir sebagai solusi praktis bagi masyarakat yang ingin melakukan pemantauan kesehatan jantung di rumah. Dengan fungsi ganda, perangkat ini dapat digunakan oleh individu maupun keluarga untuk memantau tekanan darah dan detak jantung, sehingga memberi rasa aman dan kemudahan dalam pemantauan kesehatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!