Koran-jakarta.com || Senin, 24 Mar 2025, 16:31 WIB

Pemudik di Terminal Kampung Rambutan Didominasi Tujuan Sumatera

  • Arus Mudik

Jakarta, 24/3  - Pengendali Terminal Kampung Rambutan Mulyono mengungkapkan sampai hari ini, Senin atau H-7 Lebaran 2025, tujuan pemudik di terminal bus itu didominasi tujuan kota-kota di Sumatera, khususnya Padang.

Ket. Penumpang menunggu kedatangan bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Senin (24/5/2025).

Doc: ANTARA/Zaro Ezza Syachniar

"Untuk penumpang tujuan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, masih terlihat landai ya, mungkin ada kenaikan nggak seberapa. Namun untuk tujuan beberapa kota, tujuan Sumatera, khususnya Padang, dari tanggal 19 Maret kemarin sudah mulai ada peningkatan," kata Mulyono ketika ditemui awak media di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Senin.

Untuk tujuan kota-kota di Sumatera pada momen mudik Lebaran 2025 ini, kata Mulyono, ada kenaikan sekitar 20 persen dibandingkan hari-hari biasa. "Jadi dibandingkan hari biasa untuk tujuan Sumatera, khususnya Padang, ada kenaikan 20 persen."

Data kedatangan dan keberangkatan untuk bus dan penumpang pada hari ini per pukul 14.00 WIB di Terminal Kampung Rambutan tercatat ada 99 bus dan 494 penumpang yang tiba. Sementara untuk keberangkatan ada 64 bus dan 638 penumpang yang berangkat per Senin (24/3) siang ini.

Khusus penumpang yang berangkat dari Terminal Kampung Rambutan, tercatat ada grafik peningkatan setiap harinya mulai Jumat (21/3). Pada Jumat atau H-10 ada 744 penumpang yang diberangkatkan. Jumlah ini naik menjadi 1,250 penumpang pada Sabtu atau H-9. Jumlah ini lalu kembali naik pada Minggu atau H-8 dengan jumlah 1,300 penumpang.

Mulyono memprediksi arus puncak mudik di Terminal Kampung Rambutan akan terjadi pada H-4 dan H-3 Lebaran 2025 yang jatuh pada Kamis (27/3) dan Jumat (28/3).

Artinya, prediksi ini terjadi lebih cepat dari tahun lalu dimana Terminal Kmapung Rambutan mengalami puncak arus mudik pada H-2 (8 April 2024) dengan jumlah 4,213 pemudik.

"Prediksi kami puncak arus mudik di Kampung Rambutan ini adalah di tanggal 27 atau 28 Maret," jelas dia.

Untuk mengantisipasi puncak lonjakan arus mudik, pihaknya sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak, termasuk operator bus AKAP atau bus yang melayani perjalanan antar kota, yang terletak di provinsi berbeda.

"Untuk antisipasi lonjakan penumpang, kami sudah berkoordinasi dengan seluruh operator bus AKAP untuk mengoperasikan kendaraan di dalam terminal ini secara situasional," Mulyono.

"Jadi kami imbau untuk tidak berbarengan, supaya di terminal kita ini tidak ada kepadatan kendaraan atau macet. Jadi apa yang kami maksud adalah kelancaran dan seluruh penumpang terangkut," ucapnya.

Tim Redaksi:
A
-

Like, Comment, or Share:


Artikel Terkait