Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menbud: Indonesia Segera Terima Repatriasi Sejumlah Benda Budaya dari AS

📅 Minggu, 16 Nov 2025, 10:33 WIB | Oleh:
Menbud: Indonesia Segera Terima Repatriasi Sejumlah Benda Budaya dari AS Doc: Kemenbud
Ket. Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama Konsul Jenderal RI di New York, Winanto Adi, membahas rencana repatriasi benda-benda budaya Indonesia dari Amerika Serikat dalam pertemuan di Gedung Kementerian Kebudayaan Jakarta.

JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyampaikan bahwa Indonesia akan segera menerima repatriasi sejumlah benda budaya dari Amerika Serikat (AS).

"Kita akan segera menerima sejumlah repatriasi benda cagar budaya dari Amerika Serikat. Sebelumnya kita juga pernah mendapatkan enam arca perunggu dan satu patung dari District Attorney of New York," katanya sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian di Jakarta, Sabtu (15/11).

Rencana pemulangan kembali benda-benda budaya Indonesia dari AS dibahas dalam pertemuan Menteri Kebudayaan RI dengan Konjen RI di New York, Winanto Adi, di Gedung Kementerian Kebudayaan di Jakarta.

Salah satu benda budaya Indonesia yang berada di AS adalah arca Surocolo, yang selama ini disimpan di The Metropolitan Museum of Art atau The Met.

Pengelola The Met berencana memulangkan arca kecil dari perunggu tersebut ke Indonesia.

"Arca Surocolo ini membuka tabir baru repatriasi benda-benda cagar budaya Indonesia di Amerika Serikat. The Met secara proaktif datang kepada kita setelah mengetahui adanya artefak Indonesia yang hilang dan mirip dengan koleksi mereka," kata Fadli.

Menteri Kebudayaan mengemukakan bahwa pemulangan arca Surocolo akan menandai fase baru repatriasi benda budaya Indonesia dari Amerika Serikat.

"Arus benda budaya ke Amerika sudah berlangsung lama. Dengan adanya preseden Surocolo, kita berharap institusi besar seperti The Met dan museum-museum lain mulai mengembalikan koleksi lama yang diduga diperoleh secara tidak sah. Ini adalah momentum yang harus kita lanjutkan," katanya.

Konjen Winanto Adi menyampaikan bahwa Direktur The Met sudah datang langsung ke KJRI dan kemudian mengunjungi Borobudur untuk menelusuri asal-usul arca Surocolo.

"Dari sinilah terbuka dialog baru dan kemungkinan pengembalian lanjutan dari koleksi mereka. Ini momentum besar bagi Indonesia," kata Winanto.

Winanto Adi menyampaikan bahwa selain arca Surocolo ada lima artefak lain yang akan dipulangkan dari AS ke Indonesia, termasuk arca perunggu dari era Kerajaan Sriwijaya dan terakota.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan penemuan artefak-artefak ilegal di AS tidak lepas dari upaya Pemerintah Kota New York membentuk satuan tugas pemburu penyelundup barang antik sekitar 10 tahun tahun lalu.

"Ribuan artefak Asia Tenggara berhasil disita, termasuk yang berasal dari Indonesia," katanya.

Menurut dia, otoritas Amerika Serikat juga semakin aktif menelusuri asal temuan artefak, antara lain melalui konsultasi dengan para ahli dari Indonesia, dan mengupayakan pengalihan kepemilikan temuan artefak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

36 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.