Koran-jakarta.com || Senin, 24 Mar 2025, 16:23 WIB

Kemenkes Siapkan Kolaborasi Guna Implementasikan Desa Siaga TBC

  • Kampung Siaga TBC

Jakarta, 24/3  - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan pihaknya sedang berkolaborasi guna memperkuat implementasi Desa Siaga Tuberkulosis (TBC), sebagai salah satu upaya menumbuhkan partisipasi publik dalam mengeliminasi penyakit tersebut pada 2030 sesuai dengan target global.Dalam temu media daring di Jakarta, Senin, Direktur Penyakit Menular Kemenkes Ina Agustina Isturini mengatakan masyarakat merupakan salah satu komponen yang perlu diberdayakan dalam penemuan kasus serta pengobatan TBC, selain pihak-pihak lainnya.

Ket. Ilustrasi: Dokter menjelaskan hasil dari rontgen thorax warga saat program skrining Tuberkulosis (TBC) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (22/2/2025).

Doc: ANTARA/Aditya Nugroho

Sehingga, katanya, Kemenkes bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengupayakan sejumlah langkah, misalnya melalui penggunaan Dana Desa untuk eliminasi TBC dan Desa Siaga TBC.Ina menilai salah satu tantangan dalam penemuan kasus adalah banyaknya pasien, namun pelaporan kasus masih sedikit atau bahkan tertunda. Oleh karena itu, katanya, selain peningkatan kapasitas diagnostik dan deteksi dini, pelibatan masyarakat juga penting.

Per awal Maret 2025 pihaknya mendeteksi sebanyak 889 ribu orang terkena TBC. Jumlah tersebut adalah 81 persen dari target deteksi sebesar 1.092.000 pada 2024.Selain dengan Kemendes PDTT, pihaknya juga bekerja sama dengan pihak terkait untuk memperkuat deteksi di tingkat daerah melalui peran serta komunitas dan masyarakat."Gimana dibentuk wadah kemitraan penanggulangan TBC atau WKPTB di tingkat pusat dan ada pembentukan tim percepatan penanggulangan TBC yang di tingkat provinsi, kabupaten, kota, dipimpin oleh kepala daerah," katanya.Adapun tim itu, kata dia, baru ada di 21 provinsi dan 142 kabupaten/kota, sehingga masih ada 17 provinsi dan 372 kabupaten/kota yang belum memilikinya. Dia melanjutkan, baru ada 12 provisi dan 82 kabupaten/kota yang menerapkan Rencana Aksi Daerah untuk penanggulangan TBC."Jadi ini merupakan tantangan dan kami harapkan nanti hari TBC sedunia ini bisa menjadi salah satu titik untuk mengingatkan semua pihak dalam akselerasi TBC, termasuk dalam pembentukan tim maupun Rencana Aksi Daerah," kayanya.

Terkait peningkatan deteksi dini di daerah, pihaknya juga mengupayakan peningkatan kapasitas para kader serta puskesmas guna optimalisasi investigasi kontak.Untuk mengoptimalkan partisipasi publik dalam pencegahan dan pengobatan TBC, kata Ina, pihaknya berupaya meningkatkan kesadaran publik melalui pemberitaan isu TBC yang terkini dan akurat."Kemudian mengangkat isu untuk perbaikan layanan kesehatan dan perlindungan sosial bagi orang terdapat TBC. Lalu advokasi kebijakan dengan meliput situasi dan aksi nyata penanggalan TBC berbasis masyarakat," katanya.Hal ini guna menangani sejumlah masalah dalam penanggulangan TBC, antara lain stigma yang membuat orang tidak mau berobat, terbatasnya sumber daya manusia kesehatan, serta kurangnya logistik.

Tim Redaksi:
A
-

Like, Comment, or Share:


Artikel Terkait